Menu Atas

Iklan

jtvbojonegoro
Saturday, August 15, 2020, 14:34 WIB
Last Updated 2020-08-15T08:32:13Z
Pojok PituViewer

Tradisi Ditengah Pandemi, Pendapatan Sinden Menurun

 

 

NGANJUK - Meski ditengah pandemi covid-19, tak menghalangi masyarakat desa melaksanakan tradisi nyadran atau bersih desa. Acara yang di warnai dengan tayuban ini menggunakan protokol kesehatan. Para sinden di termogan dan menggunakan facelift. Sejumlah sinden mengaku job tanggapannya menurun hingga 80 persen dibanding tahun lalu.

Tradisi tayuban sebagai bagian dari tradisi nyadran atau bersih desa ini, digelar di desa mojorembun, kecamatan rejoso, kabupaten nganjuk. Sejumlah sinden wajib gunakan facelift saat menyanyikan lagu dan dites suhunya dengan termogun.

Begitu pula para warga yang menontonnya juga cuci tangan dan menghunakan masker, serta membatasi jaraknya dengan yang lain.

Menurut salah satu sinden, suharti. Ia mengaku selama pandemi covid-19, ia hanya dapat job sebanyak 6 kali saja. Itupun dalam pentasnya dibatasi waktu hanya 1 hingga 2 jam saja.

Ia juga mengaku, job nyinden menurun drastis hingga 80 persen dibanding pada hari biasa saat musim bersih desa.

Biasanya ia mampu menerima job nyinden sebanyak 10 hingga 20 kali dalam sebulan dalam musim bersih desa, atau mendapatkan uang sebanyak 1 hingga 2 juta. Namun, pada pandemi ini, ia hanya dapat job sekitar 5 kali saja. Bahkan, kosong job dalam sebulan. Sehingga pendapatan menurun hingga 15 juta rupiah dalam sebulan di musim nyadran.

Sementara menurut panitia acara nyadran. Meski pada pandemi ini, pihaknya bersama kepala desa tetap mengadakan tradisi sebagai budaya leluhur yang tak bisa ditinggalkan.

Sesuai ijin dari pihak polisi setempat. Panitia hanya diberi waktu 2 jam saja. Sehingga acara dimulai pukul 9 pagi dan selesai pukul 11 siang.

Kini, masyarakat dan pencinta seni berharap, pandemi segera berahir dan pekerjaan mereka bisa berjalan normal seperti biasa.