JTV

JTV

Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Wednesday, October 21, 2020, 15:06 WIB
Last Updated 2020-10-21T08:06:20Z
Pojok PituViewer

Cerita Santri Setelah Sembuh Dari Covid 19

Reporter: Saiful Mualimin

JOMBANG - Dua minggu pasca mendapatkan perawatan di ruang isolasi apartemen mahasiswa unipdu jombang puluhan santri  yang terkonfirmasi positif kembali ke pesantren. Mereka sudah mulai melakukan aktifitas normal seperti sebelumnya. Virus covid yang pernah menyerang 22 santri di pesantren ini,semakin menyemangati mereka untuk belajar.

Puluhan santri pondok pesantren tahfidul qur’an babussalam desa gondek kecamatan mojowarno jombang kembali menjalani aktifitas di pesantren. Para santri harus mengikuti kebiasan baru mulai memakai masker hingga jaga jarak dalam menjalankan setiap aktifitasnya.mereka membawa hafalan al qur’an untuk menuntaskan target hafalan di pesantren.
 
Di pesantren ini sebelumnya ada 22 santri yang dinyatakan positif covid 19. Para santri mengaku awalnya memang tidak bergejala, hanya saja selama tiga hari kemampuan penciuman mereka  menghilang. Tes swab yang dilakukan tim medis membuat mereka di haruskan  menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif.
 
Diniyah salah satu santri  mengaku selama dalam proses karantina mereka tetap menjalankan aktifitas mengaji layaknya di pesantren. Untuk proses pengobatan mereka rutin mengkonsumsi vitamin dan makanan bergizi. Virus ini membuat mereka lebih tekun untuk mendekatkan diri kepada sang pecipta,termasuk menyelesaikan target hafalan dari pesantren.
 
Kh hatta qodir  pengasuh pondok pesantren mengaku sejak di nyatakan santrinya terkonfirmasi covid pihaknya langsung melakukan lockdown area. Seluruh aktifitas santri di batasi hanya di dalam pesantren.  Beruntungnya dari 200 santri hanya ditemukan 22 santri yang terkonfirmasi.

Di pesantren ini santri setiap harinya harus mengikuti hafalan qur’an selama delapan jam perhari. Waktu delapan jam itu di manfaatkan untuk mengkhatamkan qur’an selama kurun waktu satu tahun. Sedang delapan jam lagi untuk tidur dan delapan jam untuk kegiatan keagaman lainnya.