Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Friday, October 30, 2020, 14:27 WIB
Last Updated 2020-10-30T07:27:32Z
TubanViewer

Eksotisme Goa Ngerong Yang Dihuni Ribuan Ikan Dan Kelelawar

Reporter: Khusni Mubarok

TUBAN - Bosan dengan suasana liburan yang begitu-begitu saja, maka lokasi wisata gua ngerong di kabupaten tuban, bisa menjadi pilihan alternatif. Goa kelelawar nan eksotis itu memberikan

Ketenangan dan kesejukan bagi pengunjung yang mendambakan suasana alam. Sambil refreshing, pengunjung dapat merasakan asyiknya memberi makan ribuan ikan keramat yang tak pernah kenyang.

Saat libur panjang seperti sekarang ini, wisata goa ngerong yang ada di desa rengel, kecamatan rengel, kabupaten tuban, tak pernah sepi wisatawan. Meski libur panjang di tengah pandemi covid-19, tempat wisata yang terletak di kaki perbukitan kapur ini masih tetap menjadi salahsatu tujuan wisata warga tuban dan sekitarnya.

Untuk menghindari penyebaran dan penularan covid-19, pengelola wisata mewajibkan pengunjung memakai masker dan menjaga jarak. Gua ngerong menawarkan pemandangan alam eksotis dan aktifitas liburan yang berbeda.

Di lokasi pertama pintu masuk, pengunjung anak-anak disuguhi perahu karet untuk bermain diatas air. Permainan ini cukup aman bagi anak karena kedalam air hanya satu meter dan arusnya sangat bersahabat.

Masuk ke dalam, pengunjung dapat menikmati indahnya goa alam yang seluruh dinding dan atapnya dipenuhi kelelawar. Sementara lantai gua merupakan sungai bawah tanah yang menjadi habitat ribuan ikan serta kura-kura raksasa.

Pengunjung juga bisa merasakan asyiknya memberi makan ribuan ikan rakus yang selalu melahap setiap jenis makanan. Diantaranya yang banyak diberikan pengunjung adalah roti, kacang, hingga biji kapas. Begitu makanan dilempar ke air, ikan-ikan ini langsung berebut makanan.

Menurut mitos, goa ngerong merupakan peninggalan jaman majapahit. Seorang adipati mencoba menggalih tanah untuk mencari sumber air karena tuban sedang dilanda kemarau berkepanjangan.

Setelah itu ditemukan sumber air yang dialirkan keluar melalui mulut gua. Namun sang adipati dan prajuritnya melanggar aturan sehingga dikutuk menjadi ikan penghuni gua.
 
Cerita ini cukup dipercaya masyarakat sekitar. Bahkan tidak satupun orang yang berani mengambil ikan di goa ngerong meski jumlahnya melimpah.