JTV

JTV

Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Tuesday, November 17, 2020, 15:43 WIB
Last Updated 2020-11-17T09:46:59Z
LamonganViewer

Alat Monitoring Infus Minimkan Kontak Tenaga Medis Dengan Pasien Covid

Reporter: Zulkifli Zakaria

LAMONGAN - Implementasi internet of medical things pada infusion monitoring assinstence untuk menurunkan lama kontak tenaga kesehatan kesehatan dengan pasien suspek covid 19 ini , disusun oleh dokter arif cholifaurohman dan staf nya ahmad cholifarudin .

Penyusunan alat ini sebagai rasa bentuk keprihatinan terhadap tinggi nya angka kematian tenaga medis di indonesia akibat covid 19 yang jumlah nya mencapai enam koma lima persen dan menjadi jumlah yang tertinggi di dunia .

Dengan terpasang nya alat ini di botol selang infus , maka tenaga medis bisa memantau lewat aplikasi secara online . Setiap tetes infus akan terpantau bahkan jika cairan di campur kan juga akan terdeteksi jika jumlah nya kurang atau lebih .

Selain itu alat nanti nya akan berbunyi , laporan juga akan di kirim melalui apliaksi online sehingga tenaga medis tidak harus memantau secara manual yang bisa berdampak pada lama nya interaksi tenaga medis dan pasien suspek covid 19 .

Sementara itu menurut dokter taufik hidayat jubir gugus covid kabupaten lamongan , dengan di temukan nya alat tersbeut , paling sedikit bisa membantu para medis untuk dalam melaksanakan tugas nya dan bisa meringankan beban tugas nya .

Sedangkan menurut dokter arif cholifaurohman dokter puskesmas sekaran sekaligu penemu alat ini , mengatakan hal ini merupakan salah satu rasa keprihatin nya terhadap banyak nya tim medis yang menjadi korban covid 19 ini . Sehingga dia membuat alat tersebut.

Alat ini sendiri menggunakan development board t-t-g-o-t display yang menggunakan e-s-p-3 – 2 dan dan menggunakan attiny 85, sensor phototransistor dan real time clock d-s-3-2-3-1 . Untuk satu alat ini , tim inovator hanya membutuhkan biaya sebesar tujuh ratus lima puluh lima ribu rupiah .

Efektivitas alat ini akan terkendala jika diaplikasikan  di daerah yang tidaka da jaringan listrik dan intrenet . Alat ini juga masih memiliki kelemahan pada sensor sehingga masih perlu penyempurnaan .

Bahkan pihak dinas kesehatan snediri berencana akan mempatenkan alat tersebut . Dengan begitu paling tidak hal ini akan bisa membantu para tim medis yang saat ini sedang bertugas untuk menangani para pasien covid 19.