Iklan

Sketsa Bengawan
Thursday, November 26, 2020, 15:36 WIB
Last Updated 2020-11-26T08:36:40Z
BojonegoroViewer

Berburu Ulat Jati Di Pinggiran Hutan Bojonegoro

Reporter: Samsul Alim

BOJONEGORO - Pemandangan seperti ini dapat mudah anda jumpai di kawasan hutan wilayah selatan kabupaten bojonegoro. Hampir setiap hari, dari pagi hingga sore hari, puluhan warga beramai-ramai selalu berdatangan masuk ke hutan untuk mencari kepompong ulat jati atau biasa disebut enthung.

Berbekal toples atau daun jati yang dicontong, mereka memulai perburuan ulat jati atau enthung, yang dapat ditemukan dengan mudah diantara tetumpukan daun jati yang sudah mengering dan membusuk.

Seperti yang dilakukan oleh warga desa dander, sulasmi. Dia mengaku datang bersama anak dan tetangganya ke hutan nglambangan bkph nglambangan kph bojonegoro, turut desa trenggulan kecamatan ngasem, untuk mencari ulat jati atau enthung untuk dijual.

Sulasmi menjual enthung jati dengan harga 12 ribu rupiah per cangkir, sementara mulai pagi hingga sore hari ia dapat menjual hingga 12 cangkir per hari nya.

Lain halnya dengan siti, dirinya berangkat dengan keluarganya datang ke hutan paldaplang, untuk mencari enthung untuk dikonsumsi sendiri. Enthung yang ia dapatkan, biasa dimasak tumis dengan dicampur daun kedondong, sebagai lauk pauk.

Berburu enthung di hutan jati seperti ini, sudah menjadi tradisi warga pinggiran hutan wilayah selatan kabupaten bojonegoro saat musim penghujan tiba, perburuan akan berakhir seiring hilang ulat atau enthung yang sudah berubah menjadi kupu-kupu.