Iklan

Redaksi JTV Bojonegoro
Saturday, November 21, 2020, 15:48 WIB
Last Updated 2020-11-21T08:58:50Z
BojonegoroViewer

Kembali Dibuka, Wisata Gerabah Bojonegoro Masih Sepi Pengunjung

Reporter: Samsul Alim

BOJONEGORO - Seiring dengan adanya penerapan tatanan baru atau new normal, sejak awal november 2020, objek wisata edukasi gerabah desa rendeng kecamatan malo kabupaten bojonegoro kembali dibuka bagi para pengunjung. Namun, hingga saat ini pengunjungnya masih relatif sepi.

Sebagai upaya untuk menarik minat para pengunjung atau wisatawan, pemerintah desa rendeng bersama pengelola wisata edukasi gerabah dalam hal ini badan usaha milik desa setempat, mulai gencar lakukan promosi. Baik melalui media sosial dan penyebaran pamflet, yang isinya memberitahukan kepada masyarakat bahwa wisata edukasi gerabah desa rendeng kecamatan malo kabupaten bojonegoro, telah dibuka kembali.

Selain itu, pihak pemdes rendeng bersama bumdes rendeng juga telah menyiapakan fasilitas tambahan, berupa pondok kuliner, semacam pujasera di sekitar lokasi wisata edukasi gerabah tersebut.

Kepala desa rendeng, muslih, mengatakan, setelah dibuka pada 3 minggu yang lalu, hingga saat ini pengujung atau wisatawan yang datang di objek wisata edukasi gerabah desa rendeng masih relatif sepi. Padahal, berbagai upaya promosi telah dilakukan.

Saat ini, pihak pemdes dengan bumdes telah memberikan fasilitas tambahan berupa berupa wisata kuliner. Fasilitas baru ini dibangun menggunakan dana bantuan yang diberikan pemkab bojonegoro tahun 2019, senilai 100 juta rupiah, serta bantuan dari pemprov jawa timur tahun 2020, sebesar 50 juta rupiah.

Sementara itu camat malo djamari mengatakan, dengan mulai dibukanya objek wisata edukasi gerabah desa rendeng, di tengah pandemi covid-19 saat ini pihaknya bersama pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pengelola dan pengunjung.

Selain itu, sejak dibuka beberapa minggu lalu, pengunjungnya masih relatif sepi. Sehingga pihaknya berharap kepada dinas terkait, khususnya dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten bojonegoro agar membatu mempromosikan wisata edukasi gerabah desa rendeng.

Diketahui, dampak pandemi virus corona berimbas pada sektor wisata di kabupaten bojonegoro, salah satunya wisata edukasi gerabah di desa rendeng kecamatan malo kabupaten bojonegoro. Yang sejak akhir maret 2020 lalu hingga akhir oktober 2020, ditutup, sehingga warga setempat yang mayoritas perajin gerabah kondisi ekonominya menurun.