Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, May 21, 2021, 14:48 WIB
Last Updated 2021-05-21T07:48:37Z
BojonegoroViewerViral

Pasca Lebaran, Terminal Bojonegoro Kembali Beroperasi Dengan Prokes


BOJONEGORO - Sepekan pasca lebaran. Suasana terminal tipe A rajekwesi bojonegoro, yang sebelumnya sepi akibat dampak larangan mudik. Kini kembali ramai, baik oleh para calon penumpang maupun armada bus umum yang sudah beroperasi kembali sejak libur lebaran kemarin.

Antrian bus sudah mulai tampak berjajar menunggu para penumpang yang hendak bepergian maupun kembali bekerja dan beraktifitas, pasca libur panjang menikmati momen perayaan hari raya idul fitri.

Geliat ramainya terminal ini, juga tampak di ruang tunggu calon penumpang. Mereka yang umumnya datang dari kampung dengan berbagai kota tujuan. Sudah banyak berdatangan, hingga mengantri untuk menunggu jadwal keberangkatan bus ke tempat tujuan masing-masing.

Ketua regu satu terminal tipe A rajekwesi bojonegoro, aris lugito, menjelaskan, saat ini kondisi terminal sudah mulai normal, dimana operasional layanan penumpang dan bus umum, antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP), kembali dibuka untuk melayani berbagai trayek tujuan.

Berdasarkan data harian, saat ini sudah ada 110 armada bus akap maupun akdp yang beroperasi penuh tiap harinya. Sebagian besar diantaranya adalah bus tujuan tuban, ngawi, cepu, nganjuk, dan surabaya.

Banyak armada bus yang sudah beroperasi ini. Juga dibarengi dengan peningkatan calon penumpang, yang bahkan sudah terasa sejak sehari pasca lebaran lalu.

Saat ini, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sekaligus mengantisipasi penyebaran covid-19, pihak terminal tetap memberlakukan aturan yang ketat, terkait penerapan protokol kesehatan covid-19.

Salahsatunya adalah memeriksa terlebih dahulu setiap calon penumpang yang datang ke terminal. Para calon penumpang juga diwajibkan membawa surat keterangan bebas covid-19 dari kelurahan, serta wajib patuh terhadap 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.