Iklan

jtvbojonegoro
Wednesday, June 2, 2021, 22:53 WIB
Last Updated 2021-06-02T16:03:14Z
BojonegoroKabar ApikViewerViral

Program Pendataan Keluarga 2021 Bisa Jadi Teladan Proses Pembangunan Berbasis Data Akurat


KABAR APIK - H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. selaku Anggota Komisi IX DPR RI bersama BKKBN Jawa Timur menyelenggarakan agenda sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Tahun Anggaran 2021 di Desa Kedewan, Kec. Kedewan, Bojonegoro, Rabu (2/6/2021). 

Dalam kesempatan itu Lasmiran, Ketua Komisi A - DPRD Bojonegoro menyampaikan bahwa acara ini merupakan program kemitraan dari Bapak Abidin Fikri bersama BKKBN untuk masyarakat Kedewan dan Malo agar masyarakat memahami bagaimana membentuk keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera. “Hal itu dapat dilakukan melalui program Bangga Kencana yaitu Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang bertujuan mengarahkan agar keluarga mempunyai perencanaan jumlah anak dan menjaga jarak kelahiran anak sehingga terbentuk keluarga berkualitas,” ujar Lasmiran dalam paparannya. 

Koordinator Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Provinsi Jawa timur Waluyo Ajeng Lukitowati, S.ST, MM atau yang biasa disapa Ibu Luki menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pendataan keluarga oleh BKKBN yaitu sebagai basis data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga. Luki juga berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anak yang beranjak dewasa agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif, agar keluarga yang kita punya menjadi sehat, kuat dan berkualitas.

Nur Lina. S.H.,M.Si. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Bina Lini Lapangan Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana (P3AKB) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa terkait kasus stunting harus jadi perhatian kita semua, “Kabupaten Bojonegoro menduduki peringkat kedua se-provinsi Jawa Timur - untuk itu diperlukan sinergi dari pihak terkait untuk bisa menekan tingkat kasus stunting di Bojonegoro.

Sementara  itu, H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. berpesan agar pendataan keluarga 2021 dapat dijadikan teladan bagi proses pembangunan, dimana aspek perencanaan yang baik berbasis data yang akurat digunakan untuk pelaksanaan kebijakan pembangunan. “Pendataan Keluarga tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi,” jelas Abidin.