Iklan

Sketsa Bengawan
Tuesday, June 8, 2021, 15:53 WIB
Last Updated 2021-06-08T08:53:03Z
BojonegoroViewerViral

Wisata Desa Solusi Efektif Pemulihan Ekonomi Nasional


BOJONEGORO - Didampingi wakil bupati bojonegoro, budi irawanto. Menteri  desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (PDTT) republik indonesia, abdul halim iskandar, tiba di lokasi rintisan wisata tebing gupit, desa sumuragung, kecamatan baureno, kabupaten bojonegoro, kemarin sore.

Kedatangan menteri bersama rombongan ini. Adalah untuk melakukan peletakan batu pertama, pengembangan wisata tebing gupit atau wtg, yang telah dirintis dan dikelola oleh bumdes desa setempat. Selain itu, untuk menjaga dan mempertahankan keasrian lingkungan wisata, menteri bersama warga sekitar, juga melakukan penanaman pohon trembesi secara serentak pada beberapa titik lokasi wisata yang berupa tebing perbukitan.

Wisata desa yang dibangun dengan memanfaatkan lokasi bekas area tambang batu kapur ini. Memiliki beragam panoroma alam yang eksotis dan cukup indah.

Diantaranya terdapat area perkemahan luas di puncak bukit. Bentangan alam lereng gunung pegat, serta area untuk menikmati pemandangan matahari terbit maupun terbenam, disisi timur dan barat. Selain itu, terdapat pula deretan tebing yang cukup ideal untuk penghobi olahraga ekstrim, panjat tebing.

Dalam sambutannya, menteri desa pdtt, abdul halim iskandar, berharap pengembangan wisata tebing gupit ini. Diharapkan mampu membangkitkan perekonomian warga yang sempat melemah akibat dapat pandemi covid-19.

Sektor wisata desa ini, dinilai mampu menjadi solusi efektif dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberantas ancaman kemiskinan dan kelaparan.  

Hal ini sejalan dengan apa yang dicanangkan presiden republik indonesia, joko widodo,  bahwa pariwisata merupakan salah satu bagian skala prioritas pembangunan nasional 2020 dan 2021.

Selain meninjau wisata tebing gupit. Dalam kegiatan ini, menteri desa pdtt, abdul halim iskandar, juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 desa tercepat dalam menyelesian pendataan sustainable development goals (sdgs), sebuah upaya terpadu untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan, dan kelaparan.

Kesepuluh desa yang dimaksud diantaranya adalah desa cancung, kecamatan bubulan. Desa sumbangtimun, kecamatan trucuk. Desa kumpulrejo, kedaton, bogo dan desa bendo, kecamatan kapas. Serta desa mojosari, jipo, tlogoagung, dan desa sidomukti, kecamatan kepohbaru.