Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 28 September 2021, 15:15 WIB
Last Updated 2021-09-28T08:25:30Z
TubanViewerViral

Kontainer Masuk Gang, Warga Laporkan Pabrik Ikan Ke Pengadilan Negeri Tuban


TUBAN - Sejumlah warga dari desa sobontoro, kecamatan tambakboyo, kabupaten tuban, siang tadi mendatangi pengadilan negeri tuban. Mereka datang untuk melayangkan gugatan terkait aktivitas kontainer milik perusahaan pengolahan ikan, yang keluar masuk gang sempit di desa mereka.

Pasalnya, aktivitas kontainer dan truk limbah pabrik pengolahan ikan tersebut membuat sebagian rumah warga mengalami kerusakan dan keretakan. Tak hanya itu, bau limbah yang dimuat membuat warga kerap mengalami mual, pusing, dan bahkan muntah-muntah.

Warga datang ke pengadilan negeri tuban, bersama kuasa hukumnya. Gugatan ini dilakukan, lantaran pihak desa, dishub dan pemkab setempat, saling lempar tanggungjawab saat diberikan aduan dan laporan oleh warga.

Dengan laporan ini, warga berharap, kontainer tidak lagi masuk gang untuk bongkar muat muatan. Melainkan hanya berhenti di depan gang perkampungan warga dan kemudian muatan diangkut oleh kendaraan kecil, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, kuasa hukum warga, nang engki anom suseno, mempertanyakan komitmen perusahaan pengolahan ikan terhadap warga setempat, serta ijin analisis dampak lalu lintas atau andalalin. Pasalnya, selama ini warga setempat jelas-jelas terdampak, mulai dari kerusakan rumah serta dampak lain yang ditimbulkan akibat hilir mudik kontainer dan truk limbah.

Karena pihak perusahaan dinilai tidak kooperatif, pihaknya kemudian melayangkan gugatan ke pengadilan negeri tuban. Dengan gugatan meteriil untuk ganti rugi kerusakan sebesar 200 juta serta gugataan immateriil sebesar 2 miliar rupiah.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah warga di kabupaten tuban, mengalami kerusakan dan retak, akibat lalu lalang truk kontainer sebuah pabrik ikan yang melewati gang sempit. Tak hanya merusak bangunan rumah, bau limbah yang dimuat juga membuat warga kerap mengalami mual, pusing, dan bahkan muntah-muntah. Lalu lalang truk kontainer seperti ini berlangsung setidaknya empat kali seminggu. Kendaraan berat keluar masuk untuk mengangkut barang dari pabrik pengolahan ikan yang beroperasi di ujung gang.