Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 20 Desember 2021, 15:13 WIB
Last Updated 2021-12-20T09:04:40Z
TubanViewerViral

Dampak Cuaca, Biaya Pengeringan Jagung Membengkak



TUBAN - Seusai tahap panen, sebelum biji jagung dijual ke pabrik jagung. Biasanya para pengepul dan para petani mengeringkan jagung terlebih dahulu, guna mengurangi kadar air yang terdapat pada biji jagung.

Biasanya, proses pengeringan ini para petani menggunakan cara tradisional, yaitu dengan cara menjemurnya dibawah sinar matahari. Ini seperti yang dilakukan para petani dan pengepul jagung di desa gaji, kecamatan kerek, kabupaten tuban.

Tingginya curah hujan belakangan ini menyebabkan proses pengeringan jagung molor antara 3 sampai 4 hari. Padahal, biasanya proses pengeringan jagung maksimal 1 setengah hari.

Dampak cuaca ini menyebabkan biaya operasional para petani dan pengepul jagung setempat membengkak 2 kali lipat. Bahkan tak jarang, dalam sehari mereka harus memasukkan dan mengeluarkan jagung yang dikeringkan sebanyak lima kali, karena hujan.

Meski demikian, hal ini tidak dirasa memberatkan bagi para petani dan pengepul jagung. Asal harga jual jagung tetap stabil di angka 5.500 rupiah perkilogramnya, sehingga biaya tanam, panen sampai proses pengeringan jagung bisa tertutupi.