Iklan

Sketsa Bengawan
Monday, December 13, 2021, 16:59 WIB
Last Updated 2021-12-13T10:04:24Z
TubanViewerViral

Nenek Sebatang Kara, Hidup Dari Mengais Sisa Panen Dan Mencari Kayu



TUBAN - Seperti inilah keseharian mbah rumini, warga desa gaji, kecamatan kerek, kabupaten tuban. Setiap pagi, nenek berusia 70 ini berangkat ke tegalan dan tepian hutan untuk mencari kayu bakar.

Bekerja keras seperti ini, sudah dilakukan rumini sejak kecil. Setelah secara berturut-turut ditinggal mati bapak, ibu dan kakak semata wayangnya.

Kayu-kayu yang telah dikumpulkan rumini dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter ini, kemudian dikumpulkan di depan rumah untuk dikeringkan. Seikat kayu yang dikumpulkan mbah rumini, hanya dijual seharga 10 ribu rupiah saja kepada tetangga atau orang yang membutuhkan.

Jika musim tanam atau musim panen, mbah rumini juga bekerja sebagai buruh tani. Selain itu, untuk menyambung hidup, ia juga mengais sisa-sisa panen jagung, padi atau ubi milik tetangganya. Pekerjaan berat ini ia lakukan dengan ikhlas dan sabar di usianya yang kian senja, asal tidak mengemis.

Mbah rumini, sejak kecil tinggal sendirian di gubuk sederhana berukuran 36 meter persegi peninggalan orang tuanya bersama tumpukan kayu bakar miliknya. Jika tidak ada penghasilan, ia terpaksa berhutang kepada rentenir, karena mbah rumini mengaku malu jika harus berhutang kepada tetangganya.

Mbah rumini berharap agar selalu diberikan kesehatan, sehingga bisa terus bekerja untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Kisah mbah rumini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar terus bekerja keras dan hidup mandiri tanpa menunggu belas kasih orang lain.