Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 12 Januari 2022, 15:41 WIB
Last Updated 2022-01-12T09:23:00Z
BojonegoroViewerViral

Cerita Keluarga Korban Salah Tangkap Oknum Polisi Di Lamongan



BOJONEGORO - Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga andrianto, di jalan pattimura, kelurahan ledok kulon, kecamatan kota bojonegoro. Paska meninggalnya anak perempuan ardianto.

Andrianto, 63 tahun, tak menyangka bakal menjadi korban salah tangkap yang dilakukan anggota polisi. Padahal saat itu ia bersama keluarga sedang membawa jenazah anak perempuannya dari rumah sakit surabaya menuju bojonegoro.

Dia tidak mengetahui jika diikuti mobil polisi, karena fokus mengikuti iringi mobil jenasah yang membawa putrinya. Namun saat tiba di pertigaan depot mira di desa babat, kecamatan babat, lamongan, tiba tiba sekitar 7 anggota berpakaian lantas, menghadang mobilnya sambil gedor gedor depan mobilnya.

Bahkan ada yang memukul spion mobil sebelah kiri hingga rusak. Terdengar juga bunyi tembakan, andrianto masih keadaan bingung dan kaget saat polisi mendatanginya dan memintanya turun. Sambil buka kaca mobil, ia langsung kena satu pukulan mukannya dan ditarik tarik untuk keluar.

Melihat kegaduhan yang menimpa mertua, galih pun turun dari mobil ambulans yang membawa jenazah istrinya untuk mempertanyakan maksud dari tindakan petugas yang menghadang mobil pengiring jenazah.

Ia juga berusaha menjelaskan kepada petugas, jika pengemudi mobil yang dihadangnya adalah orang tua dari almarhumah yang masih satu rombongan ambulans.

Pihak kepolisian tidak menghiraukan penjelasan yang disampaikan, sehingga tetap bersikeras memaksa mertuanya untuk turun dari mobil mengikuti arahan petugas.

Mertuanya yang tidak tahu kesalahannya sempat mendapatkan perlakuan kasar, dari salah seorang petugas kepolisian yang menghadang.

Setelah berkonsultasi dengan beberapa teman, dia akhirnya melaporkan secara online tindakan kesewenang-wenangan aparat kepolisian yang menimpa keluarganya ke propam mabes polri untuk memperoleh keadilan.

Usai melaporkan ke mabes polri, kapolres lamongan, akbp miko indrayana bersama pju mendatangi kediaman andrianto.

Kapolres lamongan meminta maaf atas kejadian salah tangkap yang menimpa keluarganya. Pihak keluarga juga sudah memaafkan. Namun masih ada permintaan pihak keluarga yang sudah disepakati belum dilakukan polres lamongan.

Pihak keluarga meminta oknum petugas yang melakukan tindak kekerasan itu meminta maaf langsung, dan polres lamongan meminta maaf secara resmi melalui media massa.