Iklan

Sketsa Bengawan
Wednesday, April 27, 2022, 15:10 WIB
Last Updated 2022-04-27T08:10:35Z
TubanViewerViral

Raden Haryo Ronggolawe, Adipati Pertama Tuban Tahun 1293


TUBAN - Raden haryo ronggolawe atau biasa disebut ronggolawe diyakini warga kabupaten tuban, dimakamkan di pemakaman di jalan ronggolawe, kelurahan sidomulyo, kecamatan tuban kota, kabupaten tuban.
 
Makam ronggolawe disini, nyaris tak pernah sepi peziarah, baik dari dalam tuban maupun luar kabupaten tuban. Ronggolawe merupakan sosok legendaris bagi masyarakat tuban.
 
Anak dari aryo dandang wacono, ini dikenal sebagai sosok yang kesatria. Hal tersebut dilihat dari kegigihan dan kepintaran beliau saat menjabat menjadi panglima perang di kerajaan majapahit.
 
Selain itu, ronggolawe juga memiliki jasa besar atas berdirinya kerajaan majapahit. Atas jasanya, ronggolawe dihadiahi sebuah daerah yang kini menjadi kabupaten tuban, oleh raden wijaya, yang kala itu menjabat sebagai raja majapahit. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 november 1293. Ini membuat tanggal 12 november dijadikan sebagai hari jadi kabupaten tuban hingga saat ini.

Meski belum ada catatan sejarah yang menunjukan adanya makam ronggolawe, karena pada masa itu, penduduk nusantara masih menganut agama hindu budha, dan saat meninggal mayatnya akan dibakar. Namun masyarakat setempat percaya, bahwa makam yang ada di kelurahan sidomulyo, kabupaten tuban ini, merupakan tempat pesarehan, atau tempat peristirahatan para adipati, tuban.
 
Di dalam makam tersebut, terdapat 12 makam. Masing-masing makam raden hariyo ronggolawe, raden haiyo siro lawe, raden hariyo siro wenang, raden hariyo leno, raden hariyo dikoro, raden hariyo tejo, raden hariyo blabar, kiyai ageng batu lare, nyai ageng manila , nyai roro kuto, nyai ageng gunsian, dan raden ajeng hariyo tejo.
 
Menurut juru kunci makam ronggolawe, rofiq, peziarah ramai disaat memasuki bulan suro. Sedangkan paling sepi saat bulan ramadhan.
 
Para peziarah yang datang, langsung masuk ke area makam, membaca tahlil, mendoakan orang yang sudah meninggal. Dan berharap mendapat ridho dari allah subhanahu wata'ala.
 
Dalam sejarahnya, ronggolawe dianggap sebagai pengkhianat karena memberontak terhadap majapahit. Namun, pemberontakan ini terjadi akibat intrik yang ada di dalam lingkaran istana.
 
Ronggolawe tewas dalam pertarungan dahsyat di sungai tambakberas jombang. Meski demikian, dalam sejumlah literatur, ronggolawe tetap dianggap menjadi pahlawan bagi majapahit.
 
Raden wijaya mengampuni semua anggota pasukan ranggalawe dari tuban yang terlibat pertempuran tersebut. Bahkan keturunan ronggolawe masih diberi wewenang untuk memimpin tuban.