Iklan

Sketsa Bengawan
Saturday, June 11, 2022, 15:01 WIB
Last Updated 2022-06-11T08:24:45Z
TubanViewerViral

Puluhan Sapi di Sebuah Peternakan di Tuban Terjangkit PMK


TUBAN - Puluhan sapi di peternakan Muda Kreasi Ternak di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pada Sabtu (11/06/2022). Sapi-sapi di kandang setempat yang biasanya berdiri dan lahap makan, kini terlihat hanya terdiam lemas.

Sejak terjangkit PMK, sapi-sapi di peternakan milik Muhdi Anshori ini enggan berdiri karena kuku kaki terluka. Sementara air liur terus keluar dari mulut, sehingga membuat sapi tidak nafsu makan sama sekali.

“Didalam kandang ini ada sebanyak 31 ekor sapi yang seluruhnya telah terjangkit PMK.” Buka Muhdi Ansori.

PMK ini awalnya hanya menjangkit 1 ekor sapi. Namun, kemudian menular pada sapi-sapi lainnya dalam kurun waktu dua pekan. Akibatnya, sebanyak 8 ekor sapi harus dijual murah dan 2 diantaranya dipotong paksa di kandang.

“Yang 8 saya jual murah dan 2 diantaranya saya potong paksa di kandang. Kalo nggak begitu malah rugi besar kalo sapinya mati.” Lanjut Muhdi Anshori.

Muhdi menyayangkan lambannya penangan dari pihak terkait. Pasalnya, saat salah satu sapinya terindikasi PMK ia sudah melaporkan kepada dinas terkait. Namun, hingga hari ini belum ada satu pun petugas yang datang ke peternakan sapi setempat.

“Terus terang saya kecewa dengan pihak terkait. Karena sejak awal saya sudah lapor, tapi sampai saat ini belum ada satupun petugas yang datang kesini.” Keluhnya.

Akibatnya, lambatnya penanganan Muhdi bersama sejumlah pekerjanya melakukan upaya pengobatan secara mandiri. Yakni dengan menyemprotkan formalin di bagian kaki sapi, agar kukunya tidak lepas.

PMK ini menyebabkan Muhdi merugi puluhan juta rupiah. Selain karena 8 ekor sapi dijual murah dan dipotong paksa, 1 ekor anakan sapi juga dinyatakan mati. Kini Mahdi terus merawat sapi-sapi yang tersisa sebanyak 22 ekor agar bisa segera sehat dan dapat dijual dengan harga normal.

“Saya berharap pihak terkait segera memberikan obat-obatan serta suntik vaksin untuk ternak yang terjangkit PMK. Selain itu, saya juga berharap adanya kelonggaran pembayaran pembiayaan modal dari bank, mengingat modal peternakan ini sebagian berasal dari pinjaman bank.” Harapnya.