Iklan

Sketsa Bengawan
Monday, September 12, 2022, 16:36 WIB
Last Updated 2022-09-12T09:46:25Z
TubanViewerViral

Penumpang Keluhkan Kenaikan Tarif Angkutan Umum di Tuban


TUBAN - Kenaikan harga BBM bersubsidi membuat tarif angkutan umum di Kabupaten Tuban, turut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut seperti terpantau di pemberhentian angkutan umum di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban Kota, Kabupaten Tuban, pada Senin siang (12/09/2022).

Angkutan umum dalam kota, antar kota, maupun bus antar kota antar propinsi mengalami kenaikan tarif antara 5 ribu rupiah hingga 15 ribu rupiah dari tarif sebelumnya. Kenaikan ini terjadi sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 lalu.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para penumpang. Pasalnya, kenaikan tarif angkutan umum ini membuat mereka merogoh kocek lebih dalam.

“Biasanya saya naik bus patas hanya 50 ribu dari Tuban ke Surabaya, sekarang naik jadi 55 ribu. Kalo gini rugi mas, soalnya gaji kita nggak naik,” keluh Arif kepada JTV.

Para penumpang angkutan umum berharap, pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Pasalnya, jika kenaikan harga BBM tidak diimbangi dengan kenaikan upah, maka masyarakat akan terus terbebani.

“Harusnya Pemerintah juga mengimbangi kalo BBM naik gini. Maksudnya gaji buruh juga dinaikkan, karena ongkos kita ke tempat kerja juga naik,” ujar Dewi, penumpang bus lain.

Sementara itu, para sopir angkutan umum mengaku, kenaikan tarif ini membuat para sopir sering dikomplain penumpang. Meski demikian, hal ini terpaksa dilakukan lantaran harga bbm naik. Naiknya tarif angkutan, juga membuat penumpang menurun 25 persen dibanding sebelumnya.

“BBM naik ya otomatis kita juga naikkan tarif mas. Sering di komplain penumpang, tapi sebagian juga mau menerima,” jelas Muhamad Arifin, Sopir Bus Jurusan Semarang Surabaya.

Para sopir dan penumpang angkutan umum di Tuban berharap, pemerintah kembali menurunkan harga BBM, mengingat kenaikan BBM ini membuat masyarakat sangat terbebani. (dzi/rok)

Ikuti berita terkini dari JTV Bojonegoro di Google News