Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 01 Februari 2023, 15:30 WIB
Last Updated 2023-02-01T08:30:20Z
BojonegoroViewerViral

PMI Bojonegoro Tanggapi Puluhan Kantong Darah Digunakan Ritual Penggandaan Uang di Gresik


BOJONEGORO - Sedikitnya 23 kantong darah yang berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro disalahgunakan untuk penipuan berkedok ritual penggandaan uang di Kabupaten Gresik. Bahkan, pihak kepolisian telah menetapkan sebanyak 2 orang tersangka dari kasus penipuan dengan kerugian ratusan juta rupiah tersebut.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Bojonegoro, Dokter Imam Sutrisno mengatakan. Jika darah yang digunakan penipuan berkedok ritual pengganda uang tersebut merupakan darah yang sudah kedaluwarsa. Sesuai prosedur, darah tersebut akan dimusnahkan melalui pihak ketiga.

“Darah yang digunakan untuk ritual itu sudah kedaluarsa. Dugaan saya mereka dapat dari pihak ketiga yang memang sesuai prosedur diberi kewenangan untuk pemusnahan darah tersebut,” jelasnya kepada JTV, Rabu (01/02/2023).

Diduga, para pelaku penipuan penggandaan uang di Gresik mendapatkan puluhan kantong darah dari pihak ketiga. Sementara pihak PMI Bojonegoro mendukung langkah polisi untuk mengungkap, siapa yang menyalahgunakan darah dari pmi yang seharusnya dimusnahkan tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyalaggunaan darah untuk ritual penggandaan uang itu,” imbuh Imam Sutrisno.

Sebelumnya, Polres Gresik berhasil membongkar praktik penipuan berkedok dukun pengganda uang dengan mengamankan pelaku bernama Mulyanto, 46 tahun warga Menganti Gresik. Dalam ritualnya, Mulyanto menggunakan kantong darah manusia, seolah-olah darah tersebut dihisap jenglot lalu uang bisa bertambah banyak.

Padahal ritual itu hanya trik untuk mengelabuhi korban, sejumlah korban pun percaya. Bahkan, ada yang mengalami kerugian mencapai 565 juta rupiah dengan dalih korban dijanjikan uangnya bisa dilipatgandakan menjadi 3,9 miliar. (edo/rok)