Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 17 Mei 2023, 16:47 WIB
Last Updated 2023-05-17T09:47:49Z
Edukasi | BudayaTubanViewerViral

Sedekah Bumi, Warga di Tuban Beri Makan Kera dan Ikan Penghuni Sendang


TUBAN - Sebagai wujud syukur atas limpahan air dari Sendang Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, warga lima desa di sepanjang aliran sungai setempat menggelar sedekah bumi, Rabu (17/05/2023). Mereka membuat sesaji makanan untuk diberikan pada ikan dan kera liar penghuni kawasan sumber mata air.

Pantauan di lokasi, ratusan warga dari desa Bektiharjo, Prunggahan Kulon, Prunggahan Wetan, Semanding, dan Tegalagung beramai-ramai datang ke sumber mata air setempat untuk mengikuti sedekah bumi yang digelar setiap tahun sekali. Mereka juga bergantian memberi makanan berupa nasi berkat untuk disantap ikan penghuni kolam.

Selain ikan, warga juga memberi makan monyet liar dengan cara diletakkan di bawah pohon. Monyet-monyet yang lapar pun langsung menyantap makanan yang diberikan warga.

Menurut warga, sedekah bumi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan air yang sehari-hari mereka gunakan. Tak hanya untuk mengairi areal persawahan, air sendang widodaren juga digunakan warga untuk minum hingga memasak.

“Ini ikut acara makanan di Sendang Bektiharjo. Kita kesini membawa berkat untuk didoakan disini, terus ngasih makan kera sama ikan. Dari dulu memang sudah tradisi ada acara seperti ini,” terang Ayu, warga Bektiharjo.

Sementara itu, menurut juru kunci sendang bektiharjo, Hartono. Sedekah bumi ini sudah menjadi tradisi turun temurun yang digelar setiap tahun, tepatnya pada rabu pon. Ritual diawali dengan doa bersama yang dipimpin juru kunci sendang. Selanjutnya, warga bertukar makanan yang dibawa dari rumah masing-masing untuk disantap bersama-sama.

“Memberi makan ikan dan monyet liar di sumber mata air, juga merupakan bentuk kepedulian sebagai sesama makhluk ciptaan tuhan. Selain itu, puncak rangkaian acara sedekah bumi ini juga diramaikan dengan sajian musik dan tarian tradisional, langen tayub,” jelasnya. (dzi/rok)