Iklan Beranda

Redaksi JTV
Sabtu, 10 Juni 2023, 15:58 WIB
Last Updated 2023-06-12T07:44:41Z
NgawiPojok PituViewerViral

Musim Kemarau, 37.000 Kepala Keluarga di Ngawi Rawan Krisis Air Bersih

 
Musim kemarau, 37.000 kepala keluarga di Perbukitan Kapur Ngawi rawan krisis air bersih.
NGAWI - Hasil pemetaan daerah rawan krisis air bersih yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Ngawi didapati, ada sebanyak 32 desa di 9 kecamatan yang rawan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau tahun ini. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Teguh Puryadi menjelaskan, dari 32 desa tersebut terdapat lebih dari 37.000 kepala keluarga dengan 127.731 jiwa yang berstatus kering kritis. 

Menurutnya, sesuai arahan Bupati Ngawi, bagi daerah yang membutuhkan pasokan air bersih diharapkan mengajukan permohonan pada BPBD untuk permintaan dropping melalui pemerintah desa setempat. 

“Daerah yang sering mengalami krisis air bersih saat musim kemarau ini kebanyakan berada di daerah perbukitan yang memang secara geografis merupakan perbukitan kapur,” ungkapnya saat ditemui JTV, Sabtu (10/06/2023).

Selain intervensi dengan mengirimkan pasokan air bersih melalui dropping Pemkab Ngawi juga terus mengintervensi dengan pembuatan jaringan sistem pengelolaan air minum (SPAM) dan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas). 

“Sehingga untuk desa yang mengalami krisis air bersih tahun ini semakin berkurang dari sebelumnya ada 44 desa di tahun 2022,” imbuh Teguh Purwadi.

Sementara saat ini, sejumlah warga di Ngawi yang mulai mengalami kesulitan air bersih masih memanfaatkan belik atau sumber air yang ada di masing-masing desa. (ito/rok)
Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News