Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 23 Agustus 2023, 16:26 WIB
Last Updated 2023-08-24T08:48:51Z
TubanViewerViralWisata | Kuliner

Menikmati Kuliner Serba Menthok Khas Pedesaan di Tuban


TUBAN - Di ujung gang sempit di Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban Kota, Kabupaten Tuban, terdapat sebuah warung yang selalu ramai pengunjung. Warung milik Windariyati ini, menyajikan kuliner serba menthok.

Bukan makanan modern serba mahal yang ditawarkan, melainkan kuliner tradisional berbahan serba menthok. Seluruh organ tubuh unggas berbulu putih ini diolah menjadi tiga menu legendaris khas masyarakat pedesaan. Seperti daging dimasak rica-rica, bagian tulang diolah dalam kuah becek, dan jeroan dimasak oseng-oseng.

Kuliner legendaris ini bisa disantap bareng nasi beras atau nasi jagung. Empuknya daging menthok dipadu racikan bumbu lengkap mampu menciptakan kelezatan khas yang banyak digemari pecinta kuliner tradisional.

“Ini kesini sama teman-teman. Tadi pesen dulu, karena khawatir kehabisan. Rasanya rata-rata pedas dan enak,” jelas Lukman Hakim, salah satu pelanggan kepada JTV, Rabu (23/08/2023).

Kuliner legendaris serba menthok ini sudah dimulai sejak dua puluh tahun silam. Resep olahannya diwariskan turun-temurun dari keluarga. Meski hanya berjualan di rumah, namun konsumen datang dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

“Ini semua makanan berbahan menthok. Yang daging dimasak rica-rica. Yang balungan dimasak becek dan jeroannya dimasak oseng-oseng. Jualan ini sudah 20 tahunan. resep dari ibu,” ungkap Windariyati, pemilik warung.

Dalam sehari sedikitnya sepuluh ekor menthok diolah untuk memenuhi permintaan pelanggan. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau hanya Rp.15.000 per porsi, belum termasuk nasi yang dibandrol Rp.3.000.

“Sehari bisa 10 ekor menthok. Pembeli dari dalam kota dan luar kota, ada dari Gresik, Surabaya. Satu porsi Rp15.000 belum nasi,” imbuh Windariyati.

Bagaimana tertarik mencicipi kuliner olahan serba menthok?? Jika anda datang rombongan maka disarankan pesan terlebih dahulu, daripada tidak kebagian. Banyaknya pembeli membuat warung menthok ini sering kehabisan bahan. (dzi/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News