Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Jumat, 18 Agustus 2023, 16:34 WIB
Last Updated 2023-08-18T09:34:12Z
Potensi DaerahTubanViewerViral

Raup Cuan dari Kerajinan Udeng Batik Tulis Khas Tuban


TUBAN - Di rumah sederhana yang ada di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, pasangan suami istri Manaf Abdi dan Rasulinda, memproduksi kerajinan udeng batik. Dengan modifikasi desain yang lebih kekinian, ikat kepala warisan budaya jawa yang diproduksinya banyak digandrungi generasi milenial.

Sebagai peninggalan budaya berusia ratusan tahun, popularitas udeng sempat redup. Bahkan ikat kepala warisan budaya jawa ini tidak dikenal generasi muda sekarang. Anak-anak muda lebih suka memakai topi atau aksesoris kepala lain yang dianggap lebih kekinian.

Berangkat dari niat untuk mempopulerkan warisan budaya, pengrajin peci, Manaf Abdi mengajak sang istri beralih memproduksi udeng. Setelah beberapa kali mencoba, pasutri satu anak ini akhirnya berhasil memodifikasi desain udeng batik tulis khas Tuban, sehingga disukai berbagai kalangan.

“Usaha ini saya rintis dengan istri mulai tahun 2017. Niat awalnya memang ingin mempopulerkan warisan budaya leluhur,” ungkap Manaf kepada JTV, Jumat (18/08/2023)

Tak hanya lokal Tuban, pemasaran udeng khas Tuban ini juga telah meluas ke luar daerah. Dalam sehari, mereka harus memproduksi minimal tiga puluh udeng untuk memenuhi pesanan konsumen.

“Saat ini pesanan yang masuk untuk 17an dan berbagai acara di Kecamatan dan Desa-desa ada 300 udeng,” tegas Manaf.

Pesanan udeng biasanya mengalami lonjakan mendekati perayaan hari besar, seperti HUT RI dan Hari Jadi Tuban. Untuk harga dipatok bervariasi antara Rp.30.000 sampai Rp.250.000 per buah, bergantung bahan batiknya. Sebab, satu lembar kain batik tulis hanya mampu dijadikan sekitar delapan udeng.

Tak hanya masyarakat umum, udeng batik tulis khas tuban juga digemari para pegawai serta pejabat Pemerintahan. Kini, udeng khas tuban seakan menjadi ikon wajib yang harus dipakai, baik pada acara formal maupun non formal.

“Ini pesan cukup banyak untuk acara agustusan di Kecamatan Jatirogo. Disini memang kualitasnya bagus dan punya ciri khas,” ujar Nur Hendro, pemesan udeng.

Pasutri Manaf Abdi dan Rasulinda, konsisten hanya memproduksi udeng jenis brangkos wangon khas Tuban. Bahan pembuatan juga konsisten menggunakan batik tulis Tuban.

Bagi anda yang tertarik memesan udeng bisa datang membawa bahan sendiri atau memilih bahan yang tersedia. (dzi/rok)