Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 16 September 2023, 15:19 WIB
Last Updated 2023-09-16T08:19:04Z
KomoditasTubanViewerViral

Dampak Kemarau Harga Gabah di Tuban Tembus Rp7.500 Per Kilogram


TUBAN - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tuban, berdampak terhadap harga gabah di sejumlah tempat penggilingan padi mengalami kenaikan cukup drastis. Salah satunya seperti terpantau di tempat penggilingan padi di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Sabtu (16/09/2023) pagi.


Sejak sebulan terakhir, harga gabah naik sebesar Rp2.300 per kilogram. Normalnya, harga gabah laku di kisaran harga Rp5.200 per kilogram. Namun, kini harga gabah terus melambung hingga menembus harga Rp7.500 per kilogramnya.

 

Pemilik tempat penggilingan padi sekaligus pengusaha beras di desa setempat, Sukinten mengungkapkan, kenaikan harga gabah ini terjadi sejak satu bulan terakhir imbas musim kemarau. Kemarau panjang membuat lahan pertanian milik warga khususnya di Tuban kering dan gagal panen. 


“Harga gabah naik, sebelumnya Rp5.200 saat ini Rp7.500. Ini karena memang musim kemarau jadi banyak gagal panen dan nggak menanam padi,” ungkapnya saat ditemui JTV, Sabtu (16/09/2023).

 

Kondisi ini membuat tempat penggilingan padi dan pengusaha beras di Tuban kesulitan mendapat pasokan gabah dari para petani. Jika saat musim panen raya Sukinten mengaku mampu mendapatkan pasokan gabah hingga 30 ton per hari. Kini, ia hanya mampu mendapat maksimal 5 ton gabah tiap harinya.


“Tentu jauh mas dibanding kalau pas panen raya. Saat ini hanya dapat 5 ton saja sehari. Kalau pas panen sehari dapat 30 ton,” imbuhnya.

 

Sementara itu, hal sama juga disampaikan pengusaha beras dan penggilingan padi di Desa setempat, Surawan. Menurutnya, kenaikan harga gabah terjadi akibat minimnya stok dari para petani imbas musim kemarau.

 

“Karena musim begini harga beras ya ikut naik mas. Beras juga mahal sekarang,” timpal Surawan.

 

Atas kondisi ini, para pengusaha dan pemilik tempat penggilingan padi hanya bisa berharap kondisi cuaca kembali normal. Sehingga harga gabah dan beras di pasaran bisa kembali normal. (dzi/rok)