Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 27 September 2023, 16:14 WIB
Last Updated 2023-09-27T09:14:54Z
KekeringanTubanViewerViral

Kemarau Panjang, 16 Desa di 8 Kecamatan di Tuban Terdampak Kekeringan


TUBAN - Kemarau panjang yang terjadi sejak bulan Mei membuat warga di 16 Desa di 8 Kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami krisis air bersih. Warga kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumber air juga mengering. 

Untuk meringankan beban warga terdampak kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban terus melakukan droping air bersih. Salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Rabu (27/09/2023) siang.

Pantauan JTV di lokasi, puluhan warga mengantri untuk mendapatkan air bersih yang dikirim oleh petugas BPBD Tuban. Air bersih yang mereka dapatkan, akan dipergunakan untuk keperluan memasak, mandi, mencuci hingga memberi minum ternak. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji menjelaskan, pada awal musim kemarau hanya 3 desa yang terdampak kekeringan. Namun, pada puncak musim kemarau bulan ini, permintaan droping air bersih terus bertambah. 

“Awalnya memasuki musim kemarau baru 3 desa yang minta droping air di Kecamatan Grabagan. Kemudiaan berkembang di Kecamatan Parengan, Jatirogo, Montong, Senori dan Tambakboyo,” ungkap Sudarmaji saat ditemui di Kantor BPBD Tuban.

Bahkan, data dari BPBD Tuban, saat ini tercatat ada sebanyak 16 Desa di 8 Kecamatan di Kabupaten Tuban yang terdampak kekeringan. Hampir setiap hari, BPBD setempat menerjunkan 9 unit mobil tangki untuk melakukan droping air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

“Memang Tuban wilayah selatan kawasan batu kapur yang cekungan air tanahnya rendah. Saat musim kemarau volume air PDAM menurun dan sumber air mengering,” jelas Kalaksa BPBD Tuban ini.

8 Kecamatan terdampak kekeringan tersebut diantaranya Kecamatan Grabagan, Parengan, Montong, Senori, Jatirogo, Kenduruan, Semanding, dan Tambakboyo. (dzi/rok)