Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 23 Desember 2023, 14:40 WIB
Last Updated 2023-12-23T08:13:51Z
Potensi DaerahTubanViewerViral

Awal Musim Penghujan, Warga di Tuban Ramai-ramai ke Hutan Berburu Ulat Daun Jati


TUBAN - Musim penghujan menjadi berkah tersendiri bagi warga di tepian hutan jati di Kabupaten Tuban. Mereka beramai-ramai masuk hutan untuk berburu kepompong ulat daun jati yang muncul setiap tahun sekali. 

Kondisi tersebut salah satunya seperti pantauan JTV di kawasan hutan jati Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Sabtu (23/12/2023) pagi. Hutan yang biasanya sepi, mendadak ramai diserbu warga sekitar. Mereka berburu kepompong dan ulat daun jati, yang muncul setahun sekali setiap awal musim penghujan.

Menurut Warsi, warga setempat, tak butuh peralatan khusus untuk mencari ulat dan kepompong. Hanya dibutuhkan insting dan kejelian mata. Pasalnya, ulat dan kepompong bersembunyi diantara daun jati kering yang berserakan di tanah.

“Ini cari ulat dan kepompong mas, untuk dijual. Carinya mudah, hanya butuh kebiasaan saja,” jelasnya kepada JTV.

Ulat dan kepompong yang dapatkan ini, kemudian dikumpulkan dalam sebuah wadah seperti tas, karung kecil atau toples. Selain dikonsumsi sendiri untuk lauk atau untuk pakan burung, kepompong dan ulat daun jati yang terkumpul juga dapat dijual. 

“Biasa untuk dimakan bisa, untuk pakan burung bisa, dijual juga lumayan mahal harganya. Seratus ribu per kilogram,” imbuh Warsi.

Sebagian besar pemburu kepompong dan ulat ini adalah emak-emak. Bahkan, sebagian diantaranya mereka juga mengajak anak mereka untuk berburu ulat. Uang yang diperoleh dari penjualan ulat, nantinya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Aktivitas perburuan seperti ini, dilakukan hampir merata di seluruh kawasan hutan jati wilayah Kabupaten Tuban. Dalam sehari, warga mampu mengumpulkan satu hingga dua kilogram kepompong dan ulat daun jati yang masih segar. 

“Kalau saya cari ulat dan kepompong ini untuk dijual mas. Lumayan mahal soalnya. Bisa laku seratus ribu per kilogram,” ungkap Abdul Muis, warga lain.

Berburu kepompong dan ulat daun jati seperti ini sudah menjadi tradisi bagi warga tepian hutan jati setiap awal musim penghujan. Ulat yang muncul setelah hujan pertama ini, akan bermetamorfosis menjadi kepompong. Sedangkan perburuan hanya akan berlangsung selama beberapa pekan, sebelum ulat berubah menjadi kupu-kupu. (dzi/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News