Iklan Beranda

Redaksi JTV
Kamis, 07 Desember 2023, 10:32 WIB
Last Updated 2023-12-07T08:51:33Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Viral, Warga Tuban Buang Kotoran Tinja ke Rumah Tetangga

 
Sumasri menunjukkan bekas tinja yang mengalir menuju halaman rumahnya di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Rabu (06/12/2023). Foto: Dziky Muhammad/JTV
 
TUBAN - Jagad media sosial digemparkan dengan aksi buang tinja manusia di halaman rumah tetangganya. Belakangan diketahui, kejadian tersebut terjadi di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, 28 November 2023 lalu.

Kotoran bekas tinja manusia tersebut berasal dari tampungan bekas sedot wc milik Martono, warga desa setempat yang meluber dan membanjiri halaman rumah Sumasri, tetangganya.

Setyowati, anak pemilik rumah yang terdampak luberan tinja mengaku kaget saat kejadian. Pasalnya, aliran air berwarna hitam membanjiri halaman rumahnya. Setelah dicek air tersebut adalah air tinja manusia.

“Saya tahu dari ibu (Sumasri). Terus saya teriak dari sini tapi tidak ditutup dan dibiarkan mengalir (oleh Martono). Itu bilangnya mau ditaruh di penampungan, terus amber (tumpah). Tapi tahu sudah amber kok tidak dimatikan dan dilanjut sampai satu tangki habis,” ungkapnya saat ditemui JTV, Rabu (06/12/2023).
 
Lanjut Setyowati, ia bersama ibunya sempat menegur Martono agar mematikan kran tampungan tinja yang meluber tersebut. Namun teguran itu tak dihiraukan oleh Martono, sehingga air bercambur tinja manusia tersebut mengalir deras ke halaman rumahnya.

“Sudah ditegur, tapi dihiraukan. Alasannya nggak sengaja,” imbuhnya menegaskan.
 
Setyowati mengaku, keluarganya dan keluarga Martono memang tidak akur. Ketidakcocokan tersebut dipicu masalah sepele. 

“Ya saya akui memang tidak akur mas. Tapi alasannya sepele. Itu awalnya masalah kabel PLN. Terus ada ayam masuk rumahnya. Bukan ayam saya, tapi katanya ayam saya,” jelasnya.
 
Pasca kejadian, pihak kepolisian setempat langsung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak di Balai Desa setempat. Hasilnya disepakati, Martono tidak akan mengulangi lagi dan membersihkan luberan tinja. Sementara keluarga Sumasri diminta menghapus video postingan yang viral.

“Perlu kami jelaskan pak Martono itu bermaksud memanfaatkan tinja hasil sedotan itu di taruh depan rumahnya untuk pupuk. Tapi meluber ke rumah tetangganya. Sehingga jadi permasalahan,” jelas Kapolsek Senori, Kompol Ali Kanapi.

“Kini yang bersangkutan sudah meminta maaf dan membersihkan tinja itu. Permasalahan pak Martono dan bu Sri sudah selesai. Keduanya juga sepakat saling memaafkan serta menandatangani surat pernyataan,” pungkasnya. (dzi/rok)
Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News