Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Jumat, 23 Februari 2024, 16:07 WIB
Last Updated 2024-02-23T09:07:10Z
Edukasi | BudayaTubanViewerViral

Jelang Nisfu Sya'ban, Pedagang Selongsong Ketupat di Tuban Laris Manis


TUBAN - Menjelang malam nisfu sya'ban, sejumlah pedagang selongsong ketupat dadakan memadati area Pasar Bongkaran Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jumat (23/02/2024) pagi. Sementara pembeli terus datang silih berganti sejak pagi hingga siang hari.

Banyaknya permintaan selongsong ketupat, membuat para perajin harus bekerja ekstra. Rangkaian daun berbentuk persegi ini harus terus dikebut sepanjang hari. Sambil melayani pembeli, mereka terus merangkai daun lontar menjadi kurung ketupat.

Warga ramai-ramai berburu selongsong untuk membuat ketupat sebagai tradisi peringatan malam nisfu sya'ban. Kupatan jelang ramadhan ini jatuh pada tanggal 15 bulan kedelapan atau sya'ban berdasar kalender islam.

Sejak tiga hari terakhir, selongsong ketupat laris manis. Dalam sehari pedagang mampu menjual sebanyak seratus sampai tiga ratus selongsong ketupat. Setiap selongsong ketupat daun lontar dijual seharga Rp2.500 per biji atau Rp25.000 per ikat isi sepuluh biji, bergantung ukurannya.

“Ini sudah tiga hari jualan. Biasanya sampai seminggu jualannya. Setelah itu sudah sepi,” jelas Bu Rames, pedagang selongsong ketupat.

Selain menjual selongsong ketupat, perajin juga menyediakan lembaran daun lontar. Namun sebagian besar masyarakat enggan repot merangkai daun lontar. Mereka lebih tertarik membeli selongsong ketupat, karena dianggap lebih praktis dan mempersingkat waktu.

“Beli langsung jadi, karena lebih praktis. Nggak ribet. Ini beli untuk kupatan ruwahan (nisfu sya’ban),” ujar Bu Ambar, pembeli selongsong ketupat.

Perburuan selongsong ketupat seperti ini hanya berlangsung selama sepekan. Penjualan akan kembali sepi seiring usainya peringatan malam nisfu syaban. (dzi/rok)