Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 25 Mei 2024, 16:01 WIB
Last Updated 2024-05-25T09:01:52Z
BojonegoroViewerViral

Disnakkan Imbau Penjual Hewan Kurban Waspada Penyakit BEF dan Antraks


BOJONEGORO - Meskipun Hari Raya Idul Adha kurang 3 minggu lagi, namun geliat penjual hewan kurban sudah mulai merambah di seluruh wilayah di Kabupaten Bojonegoro.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, mengimbau kepada para penjual hewan kurban untuk mewaspadai penyakit yang berpotensi menyerang hewan baik sapi, kambing maupun domba.

Kabid Kesehatan Hewan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Disnakkan Bojonegoro, drh. Luthfi Nurahman mengatakan, ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai. Diantaranya bovine ephemeral fever (BEF) yang merupakan penyakit yang bisa menyerang hewan sapi dengan gejala demam.

“Biasanya penyakit tersebut, berpengaruh terhadap kurangnya nafsu makan hewan sapi. Guna mengantisipasinya, para peternak maupun penjual bisa rutin memberikan minum, makan serta beberapa vitamin bagi sapi,” jelasnya kepada JTV, Sabtu (25/05/2024).

Lanjutnya, selain penyakit BEF, pihaknya juga mewaspadai adanya penyakit antraks. Meskipun belum terdeteksi adanya penyakit tersebut di Bojonegoro, namun pihaknya tetap menghimbau kepada para penjual hewan kurban.

“Adapun beberapa ciri-ciri hewan terjangkit penyakit antraks diantaranya terjadinya pendarahan pada jumlah atau lubang alami pada tubuh hewan, sehingga hewan nampak lesu dan paling parah menyebabkan kulit sapi mengeluarkan darah,” imbuh Luthfi.

Sejauh ini, untuk populasi ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Bojonegoro masih sangat mencukupi. Yakni sapi sebanyak 21.526 ekor, kambing 18.140 ekor, dan domba 21.715 ekor. (edo/rok)