Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Jumat, 29 Agustus 2025, 16:07 WIB
Last Updated 2025-08-29T09:07:28Z
BojonegoroViewerViral

Petani di Bojonegoro Resah, Harga Tembakau Rajang Kering Turun Drastis


BOJONEGORO - Para petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro, resah akibat terus merosotnya harga tembakau pada musim panen kali ini. Saat ini, harga tembakau kering rajang di tingkat petani, terus merosot sejak sepekan terakhir, dari kisaran harga Rp.45.000 hingga Rp.46.000 per kilogram, kini tinggal berkisar Rp.37.000 sampai Rp.38.000 saja tiap kilogramnya.

Kondisi tersebut seperti yang dirasakan para petani di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Para petani setempat mengaku resah, lantaran harga tembakau kering terus merosot sejak sepekan terakhir.

Mereka khawatir, merosotnya harga tembakau ini, makin tak terkendali sehingga membuat mereka merugi.

“Saat ini, harga tembakau kering rajang daun tengah atau kualitas bagus, tinggal berkisar Rp.37.000 sampai Rp.38.000 per kilogram, atau turun drastis dibanding sepekan sebelumnya yang mencapai kisaran harga Rp45.000 sampai Rp.46.000 per kilogram,” jelas Rahmad, petani setempat kepada JTV, Jumat (29/08/2025).

Lanjut Rahmad, untuk daun bawah atau kualitas rendah, tinggal berkisar Rp.24.000 sampai Rp.26.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai kisaran harga Rp.32.000 hingga Rp.33.000 per kilogramnya.

“Kami tidak mengetahui pasti, penyebab anjloknya harga tembakau, musim ini. Harga tembakau tiba-tiba anjlok begitu saja. Meski kualitas daun hasil panen, musim ini semakin baik, karena sudah memasuki pemetikan yang ke-enam, atau golongan daun tengah,” imbuhnya.

Kondisi ini, membuat petani khawatir. Sebab, penurunan harga ini, dapat mengancam pendapatan petani atau bahkan mengalami kerugian yang cukup besar.

“Kalau harga tembakau tak sesuai dengan yang diharapkan. Kami terus terang putus asa, dan tak lagi bersemangat untuk menanam tembakau tahun depan,” tegas Rahmad.

Atas kondisi ini, para petani mengaku hanya dapat pasrah. Mereka berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga tembakau kembali naik, dan tidak membuat petani semakin merugi. (edo/rok)