Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 28 Agustus 2025, 16:48 WIB
Last Updated 2025-08-28T09:48:12Z
TubanViewerViral

Polemik Nisan di Makam Sunan Bonang, Habib Husein Dilaporkan FKPP ke Polres Tuban


TUBAN - Viralnya video klarifikasi dugaan nisan palsu di area Makam Sunan Bonang Tuban naik ke ranah hukum. Habib Husein pemilik akun dilaporkan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) ke Polres Tuban, lantaran mengatakan ikut memakamkan 90 persen makam di area tersebut. 

Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Kabupaten Tuban Kyai Haji Suyono Anshori melalui FKPP setempat ke Polres Tuban.

Saat ditemui pada Kamis (28/08/2025) pagi, Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Agustus 2025, rombongan dari FKPP Kabupaten Tuban, terkait adanya dugaan perusakan cagar budaya. Kini Satreskrim Polres Tuban tengah melakukan pengecekan dokumen serta memanggil beberapa saksi dan pelapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kemaren dari forum komunikasi pondok pesantren ke Polres (Tuban) memberikan surat pengaduan terkait dugaan tindak dugaan pengrusakan cagar budaya yang dilakukan oleh bapak Habib Husein Baagil. Rencana tindak lanjutnya memeriksa saksi-saksi dan periksa dokumen selanjutnya juga cek TKP juga,” paparnya kepada JTV.

Sementara itu, Kyai Haji Suyono Anshori, selaku pelapor menyebut munculnya video statement yang disampaikan Habib Husein telah ikut serta mengubur 90 persen makam yang ada di area ring makam Sunan Bonang Tuban, menuai pro kontra di kalangan masyarakat khususnya anggota PWI LS Jawa Timur.   

Menurutnya, keberadaan nisan baru ini memunculkan dugaan masyarakat adanya potensi perusakan cagar budaya. 

“Kami kemudian menanggapi dan melapor ke dinas cagar budaya yang ada di trowulan dan sekaligus juga di Kapolda dan di Polres juga sudah. Alhamdulillah semuanya menerima dengan baik,” ungkapnya. 

Menanggapi adanya aduan ini, Ketua Ta'lim Wal Maulid Ar-Ridwan Habib Husein Baagil mengaku baru mengetahui munculnya laporan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa seluruh makam di area makam Sunan Bonang Kabupaten Tuban asli. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa dirinya 90 persen ikut memakamkan jenazah yang ada di area ring 1 makam Sunan Bonang wilayah timur. Dirinya siap jika diminta membuktikan keaslian makam tersebut.

“Jadi makam itu 90 persen saya ikut memakamkan. Nah, kemudian apabila mau di crosscheck, keluarganya 100% masih hidup. Warganya itu 100% masih hidup semua ada sepupunya, ada cucunya, ada saudara jauh masih hidup bagaimana jadi kalau dikatakan makam palsu, insya allah Tuban ini enggak ada makam palsu lah,” tegasnya.

Lebih lanjut Ketua Ta'lim Wal Maulid Ar-Ridwan itu meminta agar masyarakat Kabupaten Tuban tidak mudah terprovokasi atas komentar di media sosial yang dianggap rasis. (dzi/rok)