Gempur Rokil

Gempur Rokil
Sketsa Bengawan
Jumat, 02 Januari 2026, 06:28 WIB
Last Updated 2026-01-01T23:28:09Z
BojonegoroViewerViral

Disbudpar Bojonegoro Manfaatkan Event Budaya untuk Dongkrak Pendapatan UMKM Lokal


BOJONEGORO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata dan budaya. Hal ini dibuktikan melalui gelaran seni Campursari Mudho Sekarsari Kencono Laras yang diselenggarakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Rabu (31/12/2025).

Acara yang bertepatan dengan momen perayaan malam Tahun Baru 2026 ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan strategi pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Kepala Desa Kedungsari, Muhammad Alamudi (54), mengapresiasi langkah Disbudpar Bojonegoro yang memilih wilayahnya sebagai lokasi acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membawa dampak ganda (multiplier effect) bagi warga.

“Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi,” ujar Alamudi.

Senada dengan hal tersebut, pimpinan Sanggar Mustiko Sari, Seto Untoro (25), menyebutkan bahwa kehadiran stan-stan Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi bukti nyata keberhasilan acara tersebut dalam menyedot massa.

“Acara seperti ini sudah sering diadakan dan selalu melibatkan pelaku IKM/UMKM. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari ramainya penonton dan padatnya area berjualan,” kata Seto.

Di lokasi acara, deretan stan UMKM yang menyajikan berbagai olahan pangan khas desa tampak dipadati pengunjung. Purwanti (41), salah satu pelaku UMKM Desa Kedungsari, mengaku sangat terbantu dengan adanya wadah berjualan yang difasilitasi oleh pemerintah ini.

Produk-produk yang dijajakan merupakan hasil olahan bumi lokal yang dikemas secara menarik. Melalui momentum ini, para pelaku usaha berharap kualitas produk mereka semakin diakui secara luas.

“Kami menjual berbagai produk olahan hasil bumi melalui IKM Kedungsari. Adanya acara ini pastinya sangat membantu kami. Semoga produk kami tidak hanya dikenal di level lokal, tetapi juga bisa dikenal hingga internasional,” harap Purwanti.

Selain aspek ekonomi, acara ini juga menonjolkan peran generasi muda dalam pelestarian seni. Tim karawitan yang tampil terdiri dari 20 pemuda-pemudi Desa Kedungsari. Setelah pertunjukan campursari, masyarakat juga disuguhi hiburan ketoprak yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan di penghujung tahun tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi antara pelestarian tradisi dan pemberdayaan ekonomi kreatif ini dapat terus berlanjut guna menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan. (zdn/nda/nrl)