Iklan Beranda

Redaksi JTV
Senin, 09 Februari 2026, 18:15 WIB
Last Updated 2026-02-09T11:15:14Z
NgawiPojok PituViewerViral

Jualan Online Menjamur, Ratusan Los dan Kios di Pasar Besar Ngawi Tutup

Ratusan los dan kios pedagang di Pasar Besar Kabupaten Ngawi tutup. Foto: Ito Wahyu/JTV.
NGAWI - Maraknya aplikasi jual beli online berdampak terhadap kondisi penjualan di pasar tradisional. Salah satunya seperti yang dirasakan para pedagang di Pasar Besar Ngawi. 

Berdasar data yang dihimpun JTV, dari total 1.196 los dan kios di Pasar Besar Ngawi, sebanyak 930 masih aktif. Sementara sisanya sebanyak 269 los dan kios terpaksa tutup. 

Menyikapi kondisi tersebut, pihak Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) berjanji akan mengoptimalkan kembali kios yang tutup tersebut. Kepala DPPTK Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum mengatakan, selama ini banyak kios yang dijadikan gudang oleh pedagang, meski sudah seringkali dilarang dan disosialisasikan untuk pengoptimalan kembali.

“Saat ini kami sedang melakukan pendataan terhadap pedagang dan los serta kios yang tutup itu, karena ada rencana penerapan retribusi,” jelasnya kepada JTV, Senin (09/02/2026). 

Lanjut Kusumawati, bersamaan dengan hal itu maka pihaknya meminta pedagang untuk membuka kembali kios sesuai peruntukannya. Namun jika tidak diindahkan maka akan ditawarkan ke pedagang lain serta potensi pedagang baru yang akan masuk.

“Apapun alasannya, jika tutup nanti kios atau losnya akan kita tawarkan ke pedagang lain yang mau,” imbuhnya menegaskan.

Seperti diketahui saat ini kondisi Pasar Besar Ngawi mulai sepi, terutama pada bagian lantai II yang ditempati kios pakaian dan fashion. Sementara Pemkab sendiri bakal memberlakukan penarikan retribusi bagi pedagang untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). (ito/rok)