TUBAN – Di tengah kelesuan pasar semen nasional sepanjang tahun 2025, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menunjukkan resiliensi yang tangguh. Melalui strategi transformasi yang agresif dan sinergi bersama induk usaha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), anak usaha berkode saham SMCB ini sukses menjaga profitabilitas sekaligus mempercepat proyek strategis di Tuban, Jawa Timur.
Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), volume produksi semen nasional turun 4,5% menjadi 64,7 juta ton pada 2025. Penurunan ini dipicu melemahnya daya beli, tingginya curah hujan, hingga tantangan kelebihan kapasitas produksi.
Namun, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk justru berhasil mencatatkan kinerja positif. Perseroan membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dengan total pendapatan mencapai Rp10,7 triliun. Tak hanya itu, efisiensi yang disiplin mampu menekan beban keuangan hingga 34,8%.
"Tahun 2025 menjadi momentum transformasi. Kami fokus pada operational excellence, penguatan merek di area marjin tinggi, serta efisiensi biaya untuk menjaga kesehatan neraca dan likuiditas," ujar Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali.
Salah satu sorotan utama dalam strategi pertumbuhan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah penguatan operasional di Tuban, Jawa Timur. Sebagai salah satu dari empat lokasi pabrik terintegrasi milik perseroan, Tuban diproyeksikan menjadi ujung tombak ekspansi pasar internasional.
Bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tengah mempercepat pengembangan dermaga dan fasilitas produksi khusus ekspor di Tuban.
• Kapasitas Ekspor: 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun.
• Target Operasional: Pertengahan tahun 2026.
• Inovasi Baru: Pengembangan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah) untuk menciptakan pasar baru di industri konstruksi.
"Kami optimis momentum pertumbuhan akan terus terjaga. Fasilitas ekspor di Tuban ini adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan domestik sekaligus menangkap peluang di pasar global," pungkas Rizki Kresno.(dzik)

