Iklan Beranda

Redaksi JTV
Kamis, 05 Maret 2026, 18:35 WIB
Last Updated 2026-03-05T11:35:43Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Tingkatkan Transparansi Program MBG, SPPG di Tuban Gelar Diskusi "Ngaji Melek Media"

 

Ngaji Melek Media yang digelar di Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban, Rabu (4/3/2026) Sore.

TUBAN – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban, menggelar diskusi bertajuk "Ngaji Melek Media" di Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban, Rabu (4/3/2026) Sore. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola eksternal sekaligus meningkatkan transparansi publik terkait program nasional tersebut.


Diskusi ini digelar untuk membedah pola komunikasi publik terkait Program MBG serta upaya peningkatan kualitas gizi yang disajikan kepada siswa sekolah.


Kepala SPPG Kedungrejo 1 Kerek, Wahyu Bagus Kurniawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan di tingkat SPPG.


“Kami ingin memastikan setiap proses terpantau dengan baik, mulai dari dapur hingga ke tangan siswa,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala SPPG Kedungrejo 2, Muhammad Hasby Alifka R., menjelaskan bahwa "Ngaji Melek Media" juga membahas mitigasi isu-isu menonjol, termasuk penanganan dugaan kasus keracunan makanan yang kerap dikaitkan dengan program MBG.


Para Kepala SPPG berdiskusi mengenai langkah penanganan berita (crisis management) dan cara memberikan respons cepat terhadap isu yang beredar di media sosial.


“Kami butuh dukungan media untuk melaporkan jika ada penyimpangan, sekaligus mengedukasi publik mengenai asupan gizi seimbang sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkap Hasby.


Sementara itu Wenny Madena, mitra dapur SPPG Kedungrejo Kerek, menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan literasi media semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.


“Dapur operasional sangat membutuhkan publikasi yang edukatif. Kami berharap lembaga pelaksana program MBG tetap transparan dan mampu bersinergi dengan insan pers,” kata Wenny.


Di sisi lain, jurnalis JTV, Dziky Muhammad Nurcholif, menilai literasi digital sangat diperlukan oleh setiap pengelola dapur. Berdasarkan pengamatannya, media sering kesulitan menemui narasumber resmi dari lembaga pelaksana MBG di daerah, baik di tingkat koordinator Kabupaten maupun Kecamatan.


“Inisiasi mitra dapur mengundang pers untuk duduk bersama dalam 'Ngaji Melek Media' sangat kami hargai. Ini penting untuk menyamakan persepsi dalam memberikan keterbukaan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat luas,” tegas Dziky. 


Sekedar diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala SPPG (SPPI), pengawas gizi, akuntan, mitra yayasan dari wilayah Kecamatan Kerek dan Tuban Kota, serta awak media setempat. (dzi/rok)