TUBAN – Antrean panjang pembelian LPG 3 kilogram masih terjadi di sejumlah pangkalan di Kabupaten Tuban. Seperti yang terpantau di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebonsari, Jumat pagi, puluhan warga rela mengantre berjam-jam sambil membawa tabung kosong.
Namun sayangnya, banyak warga harus pulang dengan tangan hampa karena stok gas melon bersubsidi langsung habis dalam waktu singkat.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Rusmini, seorang pedagang gorengan di kawasan wisata Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Demi tetap bisa berjualan, ia terpaksa beralih menggunakan tungku kayu bakar.
“Kalau tidak pakai kayu bakar, saya tidak bisa jualan. Gasnya sulit sekali dicari,” ujarnya.
Selain kelangkaan, harga LPG di tingkat eceran juga mengalami kenaikan signifikan, yakni berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. Kondisi ini tentu sangat memberatkan pedagang kecil yang memiliki margin keuntungan terbatas.
Meski pihak Pertamina telah melakukan penambahan pasokan LPG bersubsidi, kenyataannya kelangkaan masih terus dirasakan masyarakat di lapangan.
Warga berharap distribusi LPG dapat segera kembali normal, sehingga aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil tidak terus terganggu. (dzik/im)

