BOJONEGORO - Seorang lansia bernama Sukimah (84), warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, menjadi korban penipuan dengan modus pemberangkatan haji.
Peristiwa itu terjadi pada Senin siang (20/4/2026) di rumah korban di Dusun Sidomulyo. Saat itu, dua pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor dan berpura-pura bertamu.
Dengan tutur kata meyakinkan, kedua pelaku mengaku dapat membantu memberangkatkan korban ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Untuk memperkuat tipu dayanya, pelaku juga memberikan sejumlah sembako seperti telur, mie instan, gula, minyak goreng, dan kopi, dengan dalih sebagai persiapan syukuran sebelum keberangkatan.
Dalam kondisi usia lanjut dan keterbatasan informasi, korban pun percaya. Ia kemudian menyerahkan seluruh perhiasan emas yang dimilikinya sebagai biaya keberangkatan.
Total emas yang diserahkan mencapai 36 gram, terdiri dari kalung seberat 20 gram serta dua gelang masing-masing 6 gram dan 10 gram. Perhiasan tersebut diketahui merupakan hasil jerih payah korban selama bertahun-tahun sebagai buruh tani.
Korban baru menyadari telah ditipu keesokan harinya. Dengan perasaan terpukul, ia kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada tetangga dan melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Saya percaya karena mereka bilang bisa memberangkatkan haji. Saya kasih semua emas yang saya punya,” ujar Sukimah.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian, sementara petugas terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. (edo/im)

