Sketsa Bengawan
Selasa, 07 April 2026, 16:25 WIB
Last Updated 2026-04-07T09:25:54Z
NganjukPojok PituViewerViral

Viral! Patung Pahlawan Marsinah Diduga Terlantar di Dekat Sampah


NGANJUK – Penempatan patung Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan sejumlah awak media. Informasi yang beredar menyebutkan patung pahlawan buruh tersebut sempat diletakkan di lokasi yang dinilai kurang layak.

Di lapangan, patung terlihat berada di atas tanah, berdekatan dengan area pembuangan sampah rumah warga serta bangunan yang rusak. Kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa patung tokoh buruh tersebut tidak mendapatkan penempatan yang semestinya.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Nglundo bergerak cepat. Kepala Desa Nglundo, Muhamad Ansori, langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi patung ke gedung olahraga desa agar lebih aman dari cuaca.

Ansori menjelaskan, penempatan patung di lokasi tersebut hanya bersifat sementara karena Monumen Marsinah yang berada di pintu masuk desa sedang dalam proses perbaikan.

“Kami tidak bermaksud menelantarkan patung Marsinah. Sebelumnya patung berada di monumen depan desa, namun karena sedang direhab, kami pindahkan sementara ke tanah berumput di bawah pohon kelengkeng,” ujar Muhamad Ansori, Kepala Desa Nglundo.

Ia menambahkan, kondisi tanah yang lembek justru dipilih untuk menghindari risiko kerusakan pada struktur patung selama masa pemindahan.

“Pertimbangan kami saat itu karena tanahnya lembek, sehingga relatif aman untuk penopang sementara. Namun setelah menjadi perhatian, patung langsung kami pindahkan ke dalam gedung olahraga agar tidak terkena panas dan hujan,” imbuhnya.

Pemerintah desa memastikan, ke depan akan dilakukan penataan ulang yang lebih layak. Rencananya, monumen yang saat ini direhabilitasi akan dipasangi patung Marsinah yang baru.

Sementara itu, patung lama akan ditempatkan di lokasi yang lebih representatif, seperti area makam Marsinah atau lapangan desa, sehingga tetap dapat menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan tokoh buruh tersebut. (syar/im)