Iklan Beranda

Redaksi JTV
Selasa, 19 Mei 2026, 19:04 WIB
Last Updated 2026-05-19T12:04:48Z
Pojok PituPotensi DaerahViewerViral

DPR RI Fraksi Partai Golkar Eko Wahyudi Soroti Rendahnya Capaian Produksi Kedelai Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Eko Wahyudi. Foto: Istimewa
JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi, memberikan sejumlah masukan dan catatan kritis kepada Kementerian Pertanian dalam rapat kerja terkait Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025 dan Progres Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2026.

Dalam rapat tersebut, Eko Wahyudi menyoroti capaian produksi sejumlah komoditas strategis nasional berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Pertanian. Ia mengapresiasi keberhasilan beberapa komoditas yang telah melampaui target produksi, seperti padi dan jagung. Namun demikian, perhatian khusus diberikan terhadap rendahnya realisasi produksi kedelai yang dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Pimpinan, kami mencermati bahwa capaian produksi komoditas strategis tahun 2025 menunjukkan adanya kinerja yang belum sepenuhnya merata. Kami mengapresiasi keberhasilan pada beberapa komoditas seperti padi dan jagung yang telah melampaui target. Namun demikian, kami juga melihat adanya perhatian serius pada komoditas kedelai, yang realisasinya masih jauh di bawah target, yakni sekitar 23 persen,” ujar Eko Wahyudi dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (19/05/2026).

Berdasarkan data capaian produksi komoditas strategis tahun 2026 per 17 Mei 2026, produksi kedelai tercatat baru mencapai sekitar 1,31 persen dari target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan industri pangan nasional.

Lebih lanjut, Anggota Komisi IV Dapil Jatim IX Tuban-Bojonegoro ini meminta Kementerian Pertanian memberikan penjelasan komprehensif terkait berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya capaian produksi kedelai, baik dari aspek perencanaan program, pelaksanaan di lapangan, maupun dukungan kebijakan yang selama ini dijalankan pemerintah.

“Kondisi ini tentu menjadi catatan penting, mengingat kedelai merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami memandang perlu adanya penjelasan lebih lanjut dari Kementerian terkait faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya capaian tersebut, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan program, maupun dukungan kebijakan yang ada,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini.

Ia juga menekankan pentingnya langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur untuk meningkatkan produksi kedelai nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Ke depan, kami berharap Kementerian dapat menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan terukur, sehingga kinerja produksi kedelai dapat ditingkatkan dan ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan anggaran dan program pemerintah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional. (*/red)