Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 05 Mei 2026, 14:36 WIB
Last Updated 2026-05-05T07:36:29Z
BojonegoroHaji | UmrahViewerViral

Mayoritas CJH Bojonegoro 2026 Berprofesi Petani, Bukti Tekad Kuat Menuju Tanah Suci


BOJONEGORO - Data Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 mencatat, mayoritas calon jemaah haji (CJH) berasal dari kalangan petani. Dari total 1.741 CJH tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, sebanyak 516 orang berprofesi sebagai petani.

Fakta ini menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Selain petani, profesi pekerja swasta menempati urutan kedua dengan jumlah 503 orang. Sementara sisanya berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan lainnya.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro, M. Abdullah Hafidz, menyampaikan bahwa tingginya jumlah petani yang berangkat haji menjadi bukti kuatnya tekad masyarakat dalam mewujudkan rukun Islam kelima.

“Ini menunjukkan bahwa profesi bukan halangan. Banyak petani yang dengan kerja keras dan kesabaran, akhirnya mampu mewujudkan keinginan berangkat haji,” ujar Hafidz.

Secara keseluruhan, jumlah CJH Bojonegoro tahun 2026 mencapai 1.741 orang. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

Dari sisi demografi, jumlah jemaah perempuan tercatat lebih banyak, yakni 924 orang, dibandingkan laki-laki yang berjumlah 817 orang.

“Perempuan saat ini memiliki peran yang semakin besar dalam menunaikan ibadah haji. Ini terlihat dari jumlahnya yang lebih dominan,” tambahnya.

Sementara dari segi usia, mayoritas CJH berada pada rentang 51 hingga 60 tahun, yakni sebanyak 591 orang. Kelompok usia ini dinilai sebagai usia matang, baik secara ekonomi maupun spiritual.

Dari aspek pendidikan, sebagian besar CJH memiliki latar belakang pendidikan sekolah dasar (SD), yakni sebanyak 670 orang. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kesiapan mereka dalam menjalankan ibadah haji.

“Kesiapan ibadah tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan, tetapi juga oleh niat, pemahaman, dan bimbingan yang diberikan,” jelas Hafidz.

Data ini menjadi gambaran bahwa tekad dan niat yang kuat menjadi kunci utama dalam menunaikan ibadah haji. Profesi sebagai petani, usia yang tidak lagi muda, maupun latar belakang pendidikan bukanlah penghalang untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. (edo/im)