TUBAN – Politeknik Pertanian dan Peternakan (Poltana) Mapena Singgahan Tuban resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tuban.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pengembangan keilmuan, penguatan sumber daya mahasiswa, serta pengabdian masyarakat, pada Sabtu (02/05/2026) Pagi.
Direktur Poltana Mapena, Teguh Dwi Putra, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab fenomena penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, hambatan utama mahasiswa saat ini bukan pada kemampuan akademik, melainkan pada aspek mental dan sosial.
“Mahasiswa saat ini banyak yang unggul secara kognitif, tetapi belum siap secara mental, sosial, dan kepemimpinan. Hal ini karena terbatasnya wadah untuk mengasah soft skills yang justru sangat dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Teguh.
Ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk karakter dan integritas mahasiswa, bukan sekadar menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan. Teguh menilai organisasi kemahasiswaan seperti HMI memiliki peran krusial sebagai laboratorium kepemimpinan.
Melalui organisasi, mahasiswa diharapkan mampu menanamkan nilai kebangsaan, berpikir kritis, serta melatih manajemen konflik yang tidak sepenuhnya didapatkan di dalam ruang kelas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua HMI Cabang Tuban, Agus Siswanto, menyambut positif keterbukaan pihak kampus. Ia menilai kolaborasi ini adalah peluang emas bagi para kader untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Kami mengapresiasi Direktur Poltana Mapena yang telah membuka ruang kerja sama. Pengembangan soft skill harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas SDM di masa depan,” kata Agus.
Melalui kerja sama ini, Poltana Mapena dan HMI Tuban berkomitmen menghadirkan ekosistem pembinaan yang komprehensif. Rangkaian program yang akan dilaksanakan meliputi:
- Pelatihan kepemimpinan dan diskusi ilmiah.
- Program kaderisasi mahasiswa.
- Kegiatan pengabdian masyarakat lintas sektor.
Dengan adanya sinergi ini, kedua belah pihak optimistis dapat mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.(dzi)

