NGANJUK - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar tabur bunga di makam pahlawan buruh Marsinah, Jumat (1/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa Marsinah yang dikenal sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan bahwa penetapan Marsinah sebagai pahlawan buruh merupakan hasil dari perjuangan bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, serikat buruh, hingga media.
“Gelar pahlawan buruh untuk Marsinah ini merupakan hasil perjuangan bersama antara pemerintah, serikat buruh, dan media. Ini bentuk penghargaan atas perjuangannya,” ujar Marhaen.
Dalam momentum peringatan May Day ini, Marhaen juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh di Kabupaten Nganjuk.
“Kami terus berupaya hadir untuk memperjuangkan nasib buruh, termasuk memfasilitasi penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di daerah,” tambahnya.
Salah satu persoalan yang tengah ditangani adalah konflik antara buruh PT Jaya Kertas di Kertosono dengan pihak manajemen perusahaan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk saat ini masih melakukan upaya mediasi agar permasalahan tersebut dapat segera menemukan titik temu.
“Permasalahan antara buruh dan manajemen PT Jaya Kertas masih dalam proses penyelesaian. Kami memfasilitasi agar kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan,” jelasnya.
Usai kegiatan tabur bunga, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan istighosah di makam Marsinah sebagai bentuk doa bersama untuk para buruh dan keberlanjutan perjuangan mereka. (syar/im)

