Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 04 Juni 2026, 14:33 WIB
Last Updated 2026-06-04T09:30:32Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Cuaca Normal, Teras Sekolah di Tuban Tiba Tiba Ambruk


TUBAN - Warga di sekitar pusat Kota Tuban dikejutkan dengan ambruknya teras bangunan SD Negeri Kutorejo 3, Kecamatan Tuban, pada Rabu sore. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut sempat memicu kepanikan dan menjadi perhatian warga sekitar.

Beruntung, insiden runtuhnya fasilitas pendidikan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Saat material bangunan teras ambruk dan berserakan di area sekolah, kondisi lingkungan sekolah sudah sepi karena seluruh siswa telah pulang ke rumah masing-masing usai mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Kutorejo 3, Siti Ekta Budiyanti, menjelaskan bahwa bagian bangunan yang ambruk merupakan teras yang berada di depan ruang kelas V dan VI. Bangunan tersebut diketahui terakhir kali direnovasi pada tahun 2017.

Menurutnya, kejadian itu terjadi saat kondisi cuaca di wilayah Tuban terpantau normal dan tidak disertai hujan deras maupun angin kencang yang dapat memicu kerusakan bangunan.

“Teras yang ambruk berada di area kelas V dan VI. Kejadiannya berlangsung secara tiba-tiba saat kondisi cuaca normal. Setelah kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses penanganan dan pembersihan lokasi,” ujar Siti Ekta Budiyanti.

Pasca kejadian, pihak sekolah bersama instansi terkait segera melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdiri dari material genteng, kayu, dan bagian konstruksi lainnya guna menghindari risiko yang membahayakan warga sekolah.

Sebagai langkah antisipasi, sekolah juga menutup sementara akses ke area lantai dua yang terdampak dan mengosongkan seluruh ruangan di bagian tersebut hingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan.

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir atau shift. Siswa kelas I, II, dan III mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari, sedangkan siswa kelas IV, V, dan VI dijadwalkan masuk pada siang hari dengan memanfaatkan ruang kelas yang dinilai aman.

Pihak sekolah berharap proses pemeriksaan dan tindak lanjut perbaikan bangunan dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal tanpa mengganggu kenyamanan maupun keselamatan siswa. (dzik/im)