NGANJUK - Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Seorang jemaah haji asal Dusun Sambirejo, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, bernama Ahmad Tarsim (85), dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci saat menjalankan ibadah haji.
Dari data yang diperoleh reporter JTV, jamaah haji tersebut bernama Ahmad Tarsim, yang merupakan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 113 dan termasuk dalam kategori jemaah lanjut usia (lansia). Ahmad Tarsim berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Siti Robiatun. Ahmad Tarsim meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat di Mekkah. Saat itu, almarhum dikabarkan sedang beristirahat setelah makan siang.
Putri almarhum, Siti Jumalikah, mengatakan bahwa sang ayah memang sudah mengalami kondisi kesehatan yang menurun karena faktor usia. Meski demikian, almarhum tetap bersemangat untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya.
“Kami tentu sangat berduka atas kepergian bapak. Namun kami juga bersyukur karena ibu dalam kondisi sehat dan berharap bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkap Siti Jumalikah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif, yang turut melakukan takziah ke rumah duka membenarkan kabar meninggalnya jemaah haji tersebut.
Menurutnya, Ahmad Tarsim merupakan satu-satunya jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk yang dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci dari total 731 jemaah haji yang berangkat pada musim haji tahun ini.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima,” kata Zainal Abidin Hanif.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk terus memantau kondisi seluruh jemaah haji asal daerah tersebut yang masih menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, Kemenag berharap seluruh jemaah dapat menuntaskan seluruh rukun dan wajib haji dengan lancar, serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.
Kepergian Ahmad Tarsim menjadi pengingat akan besarnya perjuangan para jemaah lanjut usia dalam menunaikan rukun Islam kelima, sekaligus menjadi doa bersama agar seluruh jemaah haji Indonesia senantiasa mendapatkan perlindungan dan kesehatan selama berada di Tanah Suci. (syar/im)

