Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 11 Juni 2026, 16:29 WIB
Last Updated 2026-06-11T09:29:34Z
NganjukPolitik | PemerintahanViewerViral

Setelah 10 Tahun Penantian dan Rumah Nyaris Roboh, Warga Sukomoro Nganjuk Terima Bantuan Rp20 Juta


NGANJUK - Kondisi memprihatinkan dialami Ahmad Suwito (61), warga Dusun Ngrandu, Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Rumah yang ditempatinya selama bertahun-tahun kini dalam kondisi tidak layak huni dan terancam roboh.

Sekitar dua minggu lalu, tembok sisi kanan rumah Suwito ambruk. Selain itu, sejumlah bagian bangunan juga mengalami retak-retak cukup parah. Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih besar, Suwito terpaksa menopang bagian atap rumah menggunakan bambu agar tidak kembali roboh.

Kondisi rumah semakin memprihatinkan karena bagian dapur masih terbuat dari anyaman bambu. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Suwito mengaku telah mengajukan bantuan perbaikan rumah sejak sekitar 10 tahun lalu melalui pemerintah desa. Bersama perangkat desa, ia terus mengupayakan agar rumahnya dapat masuk dalam program bantuan rumah tidak layak huni. Setelah penantian panjang, bantuan tersebut akhirnya dapat direalisasikan tahun ini.

"Saya sudah lama mengajukan bantuan karena kondisi rumah memang semakin rusak. Alhamdulillah tahun ini akhirnya mendapat bantuan untuk memperbaiki rumah," ujar Ahmad Suwito.

Mendapat laporan mengenai kondisi rumah yang tidak layak huni tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Nganjuk langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi bangunan secara langsung.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Baznas Nganjuk dan Salsha CSR menyerahkan bantuan uang tunai dengan total nilai Rp20 juta yang akan digunakan untuk membantu perbaikan rumah Suwito.

Menurut Marhaen Djumadi, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terhadap warga yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat perbaikan rumah agar menjadi lebih aman, nyaman, dan layak untuk ditempati," kata Marhaen Djumadi.

Selain mengunjungi rumah Ahmad Suwito, Bupati Nganjuk juga melakukan pengecekan serta menyerahkan bantuan serupa kepada Sudarsi, warga Desa Ngrami, Kecamatan Sukomoro. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menangani rumah tidak layak huni dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk. (syar/im)