Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 14 Juli 2026, 14:18 WIB
Last Updated 2026-07-14T07:18:06Z
BojonegoroKebakaranViewerViral

Memasuki Musim Kemarau, Bojonegoro Catat 112 Kasus Kebakaran Selama Semester Pertama 2026


BOJONEGORO - Memasuki musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 112 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Berdasarkan data rekapitulasi Damkarmat Bojonegoro, kebakaran didominasi oleh lahan, pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu yang mencapai 20 kejadian. Peningkatan paling signifikan terjadi pada Juni dan terus berlanjut hingga memasuki Juli 2026.

Meningkatnya jumlah kebakaran seiring datangnya musim kemarau yang menyebabkan kondisi lahan dan vegetasi menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar. Selain kebakaran lahan, petugas juga banyak menangani kebakaran yang dipicu oleh gangguan instalasi listrik.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, tercatat 26 kejadian kebakaran berasal dari meteran listrik, kabel listrik, trafo, hingga gardu listrik. Sementara itu, kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman atau rumah warga mencapai 20 kejadian.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, mengatakan kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan yang kering.

"Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran memang meningkat karena vegetasi lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan," ujar Ahmad Agus Salim.

Selain menghindari pembakaran terbuka, masyarakat juga diminta untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan layak digunakan guna mencegah kebakaran akibat korsleting listrik yang masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di Bojonegoro.

Damkarmat Kabupaten Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran sekecil apa pun. Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar, terutama selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (edo/im)