TUBAN - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mengeluhkan debu dan bau menyengat yang diduga berasal dari kawasan industri PT Semen Indonesia Pabrik Tuban. Kondisi yang disebut telah berlangsung cukup lama itu dinilai mengganggu kenyamanan serta berdampak pada kesehatan masyarakat.
Menurut warga, lapisan debu kerap menempel di kendaraan, halaman rumah, hingga area permukiman. Kondisi tersebut disebut hampir terjadi setiap hari, terutama ketika angin bertiup dari arah kawasan industri menuju permukiman warga.
Selain debu, masyarakat juga mengaku sering mencium bau menyengat yang diduga berasal dari kawasan pabrik semen. Bau tersebut disebut lebih sering tercium pada malam hari dan oleh sebagian warga digambarkan menyerupai aroma batu bara.
Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mencium bau tersebut, seperti sesak napas dan pusing. Bahkan, beberapa di antaranya menyebut harus berulang kali menjalani pengobatan akibat gangguan saluran pernapasan yang dialami.
Menurut warga, persoalan debu dan bau menyengat ini bukanlah hal baru. Keluhan tersebut telah berlangsung cukup lama dan muncul hampir setiap kali arah angin mengarah ke Desa Sumberarum. Mereka juga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum merasakan adanya perubahan yang signifikan.
Warga berharap ada langkah konkret dari pihak-pihak terkait untuk mengurangi dampak debu maupun bau yang mereka rasakan, sehingga lingkungan tempat tinggal kembali nyaman dan aman untuk beraktivitas.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Senior Manager Corporate Communication PT Semen Indonesia, Darma Sunyata, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga. (dzik/im)

