BOJONEGORO - Kebakaran hebat melanda sebuah gudang produksi box sound system milik Sarlan, warga Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis malam.
Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan gudang beserta sejumlah peralatan produksi yang berada di dalamnya. Material produksi yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro Pos Kota Regu Satu yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Besarnya kobaran api serta banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang membuat proses pemadaman berlangsung selama berjam-jam. Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkarmat Bojonegoro mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dan empat unit water supply. Sebanyak 13 personel juga diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi.
Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat dini hari.
Akibat kebakaran tersebut, pemilik gudang mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Sejumlah aset yang terbakar meliputi bangunan gudang berukuran 6 x 20 meter, lembaran bahan pembuatan box sound system, empat unit gergaji mesin duduk, dua mesin bor, serta empat unit gergaji mesin tangan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, mengatakan petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan api benar-benar padam karena di dalam gudang terdapat banyak material yang mudah terbakar.
“Kami menerjunkan dua unit armada dan empat unit water supply dengan total 13 personel. Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Siswoyo.
Beruntung, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar limbah produksi. Puntung rokok tersebut diduga memicu api yang kemudian merembet ke material produksi yang mudah terbakar.
“Dugaan awal kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di dekat limbah produksi. Api kemudian diduga merembet ke material yang mudah terbakar hingga menyebabkan kebakaran membesar,” tambah Siswoyo.
Petugas pemadam kebakaran mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar material atau limbah yang mudah terbakar. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya pada lokasi yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar untuk mencegah kejadian serupa terulang. (dzik/im)

