TUBAN - Video amatir yang memperlihatkan kondisi air laut keruh di sekitar kawasan Pantai Mangrove, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mendadak ramai dan viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, air berwarna cokelat keabu-abuan tampak mengalir cukup deras dari arah muara sungai menuju laut lepas.
Video tersebut kemudian memicu dugaan dari pengunggah dan sejumlah warganet mengenai adanya pembuangan limbah hasil pencucian pasir secara sembarangan ke aliran sungai yang bermuara ke laut.
Lokasi yang diduga menjadi sumber aliran berada tidak jauh dari kawasan pesisir dan ekosistem mangrove. Di lokasi tersebut terlihat sejumlah pipa berukuran besar yang mengeluarkan air keruh.
Aliran air tersebut diduga membawa material sisa pencucian pasir kuarsa yang kemudian mengendap di sekitar aliran dan membentuk lumpur atau material menyerupai clay. Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab air di kawasan pesisir terlihat keruh.
Beredarnya video tersebut memicu kekhawatiran warga maupun wisatawan. Mereka khawatir kondisi air yang keruh dapat berdampak terhadap ekosistem pesisir, termasuk biota laut yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Seorang warga Tuban, Irqam, mengaku menyayangkan apabila benar terdapat aktivitas pembuangan limbah ke laut. Menurutnya, kawasan pesisir tidak hanya menjadi habitat berbagai biota laut, tetapi juga memiliki potensi wisata yang perlu dijaga.
"Saya sebagai masyarakat tentunya sangat menyayangkan terkait tindakan tersebut ke laut. Laut ini kan tempat biota laut. Khawatirnya jika banyak limbah yang dibuang, bisa merusak biota-biota laut dan keindahan laut. Sepanjang pantai di Tuban ini banyak wisatawan, sehingga kalau rusak bisa merusak citra laut Tuban," ujar Irqam.
Ia menambahkan, aliran air yang diduga berasal dari aktivitas pencucian tersebut beberapa kali terlihat mengarah ke laut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti sumber maupun pihak yang bertanggung jawab atas aliran tersebut.
"Sering melihat ada pembuangan. Nah, ini kita belum tahu dari mana, tetapi beberapa kali ada aliran yang ke laut," imbuhnya.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan menindaklanjuti video yang beredar tersebut. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan di lokasi, termasuk memastikan sumber aliran, kandungan material yang dibuang, serta kelengkapan perizinan pengelolaan limbah dari aktivitas pencucian pasir di kawasan pesisir Tuban.
Masyarakat juga berharap ada langkah tegas apabila nantinya ditemukan pelanggaran. Selain untuk mencegah potensi pencemaran, upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mempertahankan potensi wisata laut di Kabupaten Tuban.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang terkait sumber pasti air keruh tersebut maupun hasil pemeriksaan terhadap dugaan pembuangan limbah ke laut. (dzik/im)

