BOJONEGORO - Aksi penganiayaan terjadi di jalan raya depan Balai Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.
Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pengendara sepeda motor sempat terlibat kejar-kejaran. Keduanya kemudian berhenti di depan Balai Desa Trenggulunan. Tak lama berselang, terjadi aksi penganiayaan terhadap korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Dalam rekaman CCTV, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat melintas di jalan raya depan balai desa.
Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor mengaku sempat dikejar oleh dua orang. Kejar-kejaran tersebut berakhir ketika kendaraan korban berhenti di depan Balai Desa Trenggulunan.
Setelah itu, terjadi aksi penganiayaan yang terekam kamera CCTV.
Akibat kejadian tersebut, dua korban, yakni KA, warga Tambakrejo, dan RSPW, warga Ngambon, mengalami sejumlah luka. Keduanya telah menjalani visum dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Luka yang dialami antara lain luka robek pada bagian bibir, memar pada hidung dan bagian bawah mata kiri, serta luka pada tangan kanan.
Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban, peristiwa bermula saat keduanya pulang dari wilayah Kalitidu.
Saat melintas di wilayah Trenggulunan, korban mengaku mendengar bunyi klakson dari dua orang yang kemudian mengejar kendaraan mereka.
Kejar-kejaran tersebut akhirnya berhenti di depan Balai Desa Trenggulunan. Setelah itu, terjadi aksi penganiayaan yang menyebabkan kedua korban mengalami luka.
Iptu Mujianto menambahkan, kedua korban telah diperiksa oleh pihak kepolisian dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
“Dua orang yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut telah kami periksa dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ungkap Iptu Mujianto kepada reporter JTV.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Polisi juga menganalisis rekaman CCTV yang merekam kejadian untuk membantu mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa.
Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani Polsek Ngasem. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (edo/im)

