Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 29 September 2026, 19:35 WIB
Last Updated 2026-09-29T12:35:00Z
BojonegoroViewerViralWisata | Kuliner

Kue Ender-Ender, Jajanan Jadul Bojonegoro yang Tetap Diburu Pembeli


BOJONEGORO - Di tengah maraknya kuliner kekinian, sejumlah jajanan tradisional masih mampu bertahan dan tetap memiliki penggemar. Salah satunya kue ender-ender, jajanan jadul yang masih dijual di Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Hampir setiap hari, lapak penjual kue ender-ender ramai didatangi pembeli. Selain memiliki cita rasa khas, jajanan ini juga dijual dengan harga yang relatif terjangkau.

Cukup dengan Rp3.000, pembeli sudah mendapatkan dua buah kue ender-ender.

Salah satu penjual kue ender-ender adalah Yatini. Ia mengaku sudah puluhan tahun menjual jajanan tersebut. Meski termasuk jajanan jadul, peminat kue ender-ender hingga kini masih cukup banyak.

“Sudah puluhan tahun saya jualan ender-ender. Sampai sekarang masih banyak yang membeli,” ujar Yatini.

Dalam proses pembuatannya, singkong menjadi bahan utama. Singkong terlebih dahulu diolah dan dihaluskan hingga menjadi tepung.

Adonan kemudian dimasak menggunakan kuali kecil. Adonan dipanaskan selama kurang lebih dua menit hingga matang.

Setelah matang, kue ender-ender kemudian diberi taburan gula sebagai pelengkap rasa. Proses pembuatannya yang sederhana justru menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari jajanan tradisional tersebut.

Tingginya permintaan membuat Yatini harus menyiapkan bahan baku dalam jumlah cukup banyak. Dalam sehari, ia mengaku dapat menghabiskan sekitar 30 kilogram tepung singkong untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Tak hanya menjual kue ender-ender, Yatini juga menyediakan sejumlah jajanan tradisional lainnya, salah satunya serabi.

Salah satu pembeli, Yuli, bahkan rela datang dari Kota Bojonegoro menuju Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, untuk menikmati kue ender-ender.

Menurut Yuli, kue tersebut memiliki rasa yang enak dan gurih. Harga yang terjangkau juga menjadi alasan jajanan ini tetap diminati.

“Rasanya enak dan gurih. Harganya juga murah, jadi saya rela datang dari kota untuk membeli,” kata Yuli.

Keberadaan kue ender-ender menjadi salah satu bukti bahwa jajanan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.

Di tengah gempuran kuliner modern dengan beragam inovasi, cita rasa sederhana dan nuansa nostalgia dari jajanan jadul justru menjadi daya tarik tersendiri. Bagi para penggemarnya, kue ender-ender bukan sekadar makanan, tetapi juga menghadirkan kembali kenangan masa lalu dalam setiap gigitan. (edo/im)