Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 24 September 2026, 13:20 WIB
Last Updated 2026-09-24T06:20:24Z
BojonegoroViewerViral

Harga Tembakau di Bojonegoro Anjlok, Petani Bojonegoro Berharap Harga Kembali Stabil


BOJONEGORO - Petani tembakau di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, masih melakukan panen di tengah harga jual tembakau yang terus mengalami penurunan.

Pantauan di lahan tembakau milik warga menunjukkan, petani masih melakukan petikan daun tembakau meski harga di tingkat petani dalam sekitar 15 hari terakhir mengalami penurunan cukup drastis.

Kondisi tersebut membuat petani harus menerima harga jual yang dinilai kurang menguntungkan. Salah satu petani tembakau, Muh Taufiq, mengatakan saat ini harga tembakau basah di tingkat petani hanya sekitar Rp3.500 per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga tembakau basah masih berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp4.200 per kilogram.

“Sekarang harga tembakau basah sekitar Rp3.500 per kilogram. Sebelumnya masih sekitar Rp4.000 sampai Rp4.200,” kata Muh Taufiq.

Penurunan harga juga terjadi pada tembakau kering rajang. Saat ini, harga tembakau kering rajang berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Sementara sebelumnya, harga tembakau kering rajang masih bisa mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Menurut petani, penurunan harga tembakau basah salah satunya dipengaruhi oleh harga pembelian di tingkat tengkulak. Kondisi ini membuat petani harus kembali menghitung pendapatan yang akan diperoleh, sementara biaya produksi tetap harus dikeluarkan.

Beban petani semakin terasa karena proses panen membutuhkan tenaga buruh untuk memetik daun tembakau. Ketika harga jual turun, sementara biaya tenaga kerja tetap, pendapatan yang diterima petani ikut tertekan.

Muh Taufiq berharap harga tembakau kembali membaik sehingga hasil panen yang diperoleh petani masih mampu menutup biaya produksi, termasuk upah buruh panen.

Penurunan dan perubahan harga tembakau tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani di Bojonegoro yang saat ini masih menjalani proses panen. Petani berharap kondisi harga segera membaik agar hasil panen tetap memberikan keuntungan yang layak. (edo/im)